JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Baru-baru ini, salah satu platform game bernama Roblox menjadi salah satu game yang banyak dimainkan oleh anak-anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini, jumlah pemain Roblox di dunia berada di angka 380 juta pengguna aktif bulanan.
Roblox dikenal sebagai platform yang sangat populer di kalangan anak-anak dan remaja. Dalam gamenya, Roblox menawarkan berbagai macam konten yang dibuat oleh pengguna, mulai dari permainan hingga pengalaman sosial yang menjadikannya menarik bagi berbagai kelompok usia.
Membeludaknya penggunaan Roblox di kalangan anak-anak, banyak orang yang akhirnya menilai bahwa Roblox harus dibatasi penggunaannya.
Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, melarang anak-anak untuk bermain game Roblox karena dinilai banyak mengandung unsur kekerasan yang dapat ditiru.
Pernyataan tersebut disampaikan olehnya saat berbincang dengan para siswa ketika meninjau kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SDN Cideng 02, Jakarta Pusat, pada Senin (4/8/2025).
''Ketika bermain HP tidak seharusnya menonton kekerasan, yang ada berantemnya, yang ada kata-kata jeleknya, jangan nonton hal yang tidak berguna, ya. Yang main blok-blok (Roblox) tadi itu jangan main yang itu, ya, tidak baik,'' ucap Mu’ti di Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Menanggapi pernyataan Mendikdasmen, Prasetyo Hadi, Menteri Sekertaris Negara, mengatakan bahwa pemerintah tidak akan ragu untuk memblokir atau menutup situs game online, Roblox, jika ada banyak kekerasan yang ada dalam game tersebut.
Tidak hanya Roblox, ancaman pemblokiran ini juga berlaku bagi permainan online lain yang mengandung kekerasan.
Menurutnya, sudah menjadi tanggung jawab bersama dalam upaya untuk melindungi generasi muda dari konten negatif, baik secara moral, etik, maupun sosial.
''Jika memang sudah melewati batas, apa yang ditayangkan di situ memengaruhi perilaku anak-anak, ya tidak menutup kemungkinan. Ga masalah ditutup jika sudah lewat batasan,'' ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Ia menegaskan bahwa pemerintah hanya ingin melindungi anak-anak. Mereka tidak akan merasa ragu-ragu untuk melakukan hal tersebut. Jika memang mengandung aspek kekerasan, tidak akan menjadi masalah jika game tersebut ditutup, tambahnya.
Kementerian Komunikasi dan Digital juga telah melaksanakan evaluasi harian terhadap berbagai platform, termasuk televisi, media sosial, dan aplikasi permainan lainnya untuk mencari keberadaan unsur kekerasan, kebencian, maupun perilaku destruktif lainnya.
Prasetyo menekankan pentingnya melindungi generasi muda, mengingat Indonesia merupakan negara yang sangat beragam, terdiri dari ribuan pulau, suku, agama, dan bahasa. Keberagaman ini harus dijaga agar tidak menjadi sumber perpecahan di masa depan.
Ia juga menyampaikan bahwa generasi muda perlu dibekali pemahaman kebangsaan agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat menimbulkan konflik.
Menurutnya, pembinaan karakter dan toleransi harus menjadi prioritas dalam menjaga persatuan bangsa.
Lebih lanjut, Pras menyampaikan pesan Presiden agar seluruh elemen masyarakat senantiasa mawas diri. Segala bentuk potensi yang bisa memicu gesekan antar kelompok harus diantisipasi dan diminimalkan sedini mungkin. FADYA.
Editor : Imron Arlado