Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Serai Wangi Disulap Jadi Produk Ekonomi Kreatif, Mahasiswa UNAIR Latih Warga Jatijejer Wujudkan Desa Atsiri

Nailul Hikmah • Senin, 4 Agustus 2025 | 01:27 WIB
Serai Wangi Disulap Jadi Produk Ekonomi Kreatif, Mahasiswa UNAIR Latih Warga Jatijejer Wujudkan Desa Atsiri
Serai Wangi Disulap Jadi Produk Ekonomi Kreatif, Mahasiswa UNAIR Latih Warga Jatijejer Wujudkan Desa Atsiri

Mojokerto - Tanaman serai wangi yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bumbu dapur atau pengusir nyamuk, kini dilirik sebagai potensi unggulan desa oleh Mahasiswa KKN BBK 6 Universitas Airlangga.

Melalui kegiatan Pelatihan Produk Olahan Serai pada Senin, (21/7/2025), mahasiswa memberikan pelatihan terpadu kepada ibu-ibu PKK dan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Jatijejer dalam mengolah serai menjadi produk ekonomi kreatif berbasis minyak atsiri.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan serai sebagai bahan utama produk bernilai jual tinggi.

Selain itu bertujuan untuk membangun fondasi bagi pengembangan wisata edukatif berbasis rumah atsiri yang kini mulai dirintis oleh warga.

Dalam pelatihan ini, peserta diajari secara langsung untuk membuat sabun pel berbahan dasar ekstrak minyak serai (sebanyak 20 botol, masing-masing 500 ml) dan lilin aromaterapi (sebanyak 20 buah) yang tidak hanya bermanfaat secara fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan komersial.

Pengenalan ini dimulai dari penjelasan mengenai kandungan senyawa aktif dalam serai wangi, seperti sitronelol dan geraniol, yang memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan aromaterapi.

Mahasiswa memandu praktik ekstraksi minyak atsiri sederhana hingga proses pencampuran bahan sabun dan lilin yang sesuai standar kebersihan dan keamanan produk rumahan.

Program ini turut didukung oleh keterlibatan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Kodim 0107 Aceh Selatan yang ikut serta dalam pelatihan pembuatan olahan serai berupa sabun pel dan lilin aromaterapi.

Selain itu, Persit juga memberikan bahan-bahan penunjang pelatihan kepada warga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan pelatihan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong pencapaian SDGs nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

 

 

Potensi ekonomi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal kini diberdayakan menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mendukung semangat kewirausahaan masyarakat desa.

Tak berhenti di pelatihan produksi, mahasiswa UNAIR juga melanjutkan kegiatan ini pada Kamis (23/7/2025) dengan Sosialisasi Branding Produk Olahan Serai.

 

 

Dalam kegiatan lanjutan ini, peserta diajarkan pentingnya identitas merek, teknik pemasaran, serta pembuatan video promosi. Ibu-ibu PKK dibagi menjadi dua kelompok dan masing-masing membuat video promosi produk.

Salah satu video terbaik kemudian dipilih sebagai pemenang dan ditampilkan melalui akun TikTok "Seraiya", yang dibuat khusus sebagai platform pemasaran digital produk desa.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir untuk menyampaikan teori, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan konkret yang membuka peluang ekonomi jangka panjang.

Diharapkan ke depan, produk-produk ini dapat dipasarkan lebih luas ke luar desa, bahkan menjadi cikal bakal tumbuhnya brand lokal khas Jatijejer berbasis minyak atsiri.

Editor : Imron Arlado
#pemberdayaan ekonomi masyarakat #sabun pel #Warga Jatijejer #desa jatijejer #Persit Kartika Chandra Kirana #Pelatihan Produk Olahan Serai #pencapaian SDGs nomor 8 #SDGs nomor 8 #ekonomi lokal #pertumbuhan ekonomi #produk rumahan #minyak serai #lilin aromaterapi #lilin aromaterapi dari olahan serai #Mahasiswa KKN #sabun pel dari olahan serai #Produk Olahan Serai #minyak atsiri #mahasiswa unair #produk ekonomi kreatif