Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kisah Asmara Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati Bisa Menjadi Bukti Cinta dan Pembelajaran Hidup

Imron Arlado • Minggu, 3 Agustus 2025 | 22:27 WIB
 Kisah Asmara Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati Bukti Cinta Kedua Bisa Jadi Pembelajaran Hidup - Instagram @ririnekawati
 Kisah Asmara Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati Bukti Cinta Kedua Bisa Jadi Pembelajaran Hidup - Instagram @ririnekawati

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati memiliki kisah asmara yang penuh makna dan perjalanan panjang sebelum akhirnya menikah pada 30 Januari 2021.

Cerita cinta mereka bukan hanya soal pertemuan dua insan, tetapi juga tentang bagaimana menerima masa lalu dan membangun kebahagiaan bersama.

Awal pertemuan keduanya terjadi sekitar tahun 2002 di dunia hiburan.

Mereka pernah bertemu dan bekerja bersama dalam sebuah iklan selama dua hari, tapi kala itu interaksi mereka masih sebatas tatap muka saja tanpa komunikasi intens.

 

 

Setelah beberapa tahun, tepatnya sekitar 3 sampai 4 tahun kemudian mereka kembali bertemu dan mulai membuka komunikasi.

Namun Ririn awalnya sempat “jual mahal” karena dia sudah berhati-hati dalam hal cinta, mengingat perjalanan hidupnya yang berliku dan masa lalunya yang penuh tantangan.

Termasuk dua kali menikah sebelumnya dan kehilangan suaminya yang kedua karena leukimia.

Ibnu sendiri sudah pernah menikah dan memiliki satu anak dari pernikahan sebelumnya, sehingga mereka berdua membawa pengalaman hidup dan anak-anak ke dalam hubungan ini.

 

 

Ririn bahkan mengungkap bahwa salah satu anaknya sudah menerima Ibnu sebelum mereka memutuskan menikah, menandakan adanya keterbukaan dan penerimaan dalam keluarga mereka masing-masing.

Salah satu momen penting dalam kisah cinta mereka adalah lamaran yang berlangsung pada 22 Oktober 2020 di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Ibnu melamar Ririn secara romantis di sebuah lokasi yang eksotis, menunjukan sisi perhatian dan romantisme yang konsisten diperhatikan Ibnu selama hubungan mereka.

Mereka juga sering membagikan momen penuh kehangatan, seperti saat hiking di Bali, di mana Ibnu selalu sabar dan peduli terhadap Ririn yang mengajak beristirahat dan mengobrol santai saat Ririn merasa lelah.

 

 

Hal ini memperlihatkan bagaimana mereka membangun komunikasi dan perhatian dalam hubungan mereka.

Pernikahan mereka digelar secara intim di tengah pandemi, hanya dihadiri keluarga dan sahabat dekat yang menunjukkan kehangatan hubungan mereka yang jauh dari sorotan berlebihan.

Di tengah berbagai tantangan dan tuntutan hidup, mereka mampu menjaga keharmonisan rumah tangga.

Ririn sendiri mengungkapkan tidak akan menambah anak lagi karena merasa sudah cukup membagi perhatian pada tiga anak dua dari Ririn dan satu dari Ibnu dan memfouskan diri kepada keluarga yang telah terbentuk.

Perjalanan cinta Ibnu dan Ririn adalah contoh nyata bahwa cinta bisa bertumbuh dari pertemuan lama, perhatian, dan penerimaan terhadap masa lalu masing-masing.

 

 

Mereka mengajarkan bahwa kebahagiaan dalam rumah tangga bukan hanya hasil dari kata manis dan momen indah, tetapi juga kerja keras bersama, menerima kekurangan dan membangun rasa nyaman saru sama lain.

Kini, mereka menjalani rumah tangga yang memasuki tahun ketiga di 2024 dengan penuh cinta dan komitmen.

Kisah mereka memberikan inspirasi bahwa cinta sejati mampu melampaui segala rintangan, termasuk sejarah hidup dan membutuhkan kesabaran dan pengertian mendalam.

 

Devi

Editor : Imron Arlado
#ririn ekawati #ibnu jamil #cinta #kisah asmara