Laju mobil yang mengalami rem blong baru terhenti di dasar jurang setelah sempat menghantam dan menjebol benteng sekam jalur penyelamat.
Kecelakaan tunggal yang terjadi sekitar pukul 12.20 ini dialami mobil Toyota Avanza nopol L 1737 ZT. Mobil warna silver ini bermuatan enam orang pria rombongan asal Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya.
Bima Rachmad, 28, duduk di kursi kemudi. Lima orang lainnya yang ada di kursi penumpang yakni, Rendi Maha Saputra, 28; Hendy Yoga Pratama, 26; Ervin Zanuar Arif, 26; Dairobi, 33; dan M. Firmansyah, 23.
Mobil yang dikendarai Bima mendadak hilang kendali akibat rem blong dan memaksanya masuk jalur penyelamat Sendi.
"Mobil ini jalan dari arah Cangar ke Mojokerto," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Ipda Beni Hermawan, di lokasi.
Mini bus ini justru bablas setelah menghantam benteng sekam hingga jebol. Dan baru terhenti di dasar jurang yang jaraknya sekitar 25 meter di bawah permukaan jalan.
Beruntung, sopir dan penumpang seluruhnya selamat meski bagian moncong mobil ringsek parah.
"Alhamdulillah karena ada benteng sekam di jalur penyelamat ini, walaupun rem blong, tidak mengakibatkan fatalitas," terangnya.
Seluruh korban mengalami luka-luka langsung dilarikan ke IGD RSUD Sumberglagah Pacet untuk mendapat penanganan medis. Beni menyebut, peristiwa ini terjadi saat rombongan tengah perjalanan pulang dari Batu ke Surabaya.
Polisi menduga, mobil mengalami rem blong karena beberapa faktor. Mulai dari mobil bermuatan penuh hingga sopir tidak menguasai medan.
"Persneleng mobil tadi ada di gigi 4. Mobilnya manual, tapi tetap butuh kemampuan dan pemahaman medan," tandasnya. Petugas bersama relawan berupaya mengevakuasi mobil yang ada di dasar jurang. (vad)
Editor : Fendy Hermansyah