JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Istilah Breadcrumbing mungkin jarang didengar oleh beberapa orang. Namun tahukah kamu ternyata Breadcrumbing memiliki arti yang cukup menyakitkan loh.
Breadcrumbing berasal dari kata remah-remah roti atau dapat diartikan upaya untuk mendekati seseorang dengan memberikan respon dan perhatian sedikit demi sedikit tidak secara intens memberikan seluruh ketertarikannya kepada korban.
Biasanya pelaku Breadcrumbing (Breadcrumber) akan memberikan segala perhatian baik melalui pesan singkat, telepon, video call dan lain sebagainya hingga membuat korban merasa sebagai seseorang yang diinginkan.
Tapi perhatian-perhatian ini tidak diberikan secara penuh hanya menunjukkan sedikit sinyal ketertarikan tanpa adanya rasa niat serius untuk menjalin hubungan.
Hingga sampai pada akhirnya korban akan merasa bingung terhadap perilaku yang diberikan oleh Breadcrumber ini sebagai bentuk ketertarikan atau menggantungkan perasaannya.
Breadcrumbing berbeda dengan Ghosting yang berarti akan meninggalkan korban begitu saja jika sudah baper terlalu dalam, Breadcrumbing akan bekerja lebih halus hingga korban tidak merasa kalau sedang dimanipulasi.
Baca Juga: Dari Kai EXO Hingga Carmen Hearts 2 Hearts, Inilah Beberapa Idol yang Ikutan Tren Velocity TikTok
Tanda-Tanda Terkena Breadcrumbing
Umumnya Breadcrumber akan mencoba memulai dengan bersikap ramah kepada korban, jika respon korban baik dan menerima secara terbuka, maka intensitas mendekati pun akan lebih meningkat.
1. Komunikasi tidak konsisten dilakukan setiap hari
Orang normal yang melakukan pendekatan pasti akan berkomunikasi semakin lama semakin intens. Namun berbeda dengan Breadcrumber yang melakukan komunikasi sesuka hatinya.
Seperti tiba-tiba cuek saat membalas pesan, tidak berkomunikasi selama beberapa hari. Dan justru akan kembali menghubungi dengan bersikap seolah tidak ada apa-apa.
2. Selalu menghindari pertanyaan yang berhubungan dengan komitmen jangka panjang
Seorang Breadcrumbing akan selalu menghindari pembicaraan ataupun pertanyaan yang berhubungan dengan komitmen masa depan dengan kamu.
Mereka akan cenderung mengalihkan topik pembicaraan atau beralasan yang hanya bersikap sementara untuk menenangkan pikiran kamu saja.
3. Memberikan harapan palsu
Sikap ini sebenarnya bisa dilihat dari bagaimana Breadcrumber bersikap dalam sehari-hari.
Jika pelaku tidak menunjukkan sikap konsisten dan intens untuk mendekati kamu, maka itu sudah termasuk sinyal bahwa ia hanya main-main dan berujung memberikan harapan palsu.
4. Memberikan perhatian palsu
Biasanya ditandai dengan pelaku akan bersikap seolah peduli dan memperhatikan kamu pada beberapa hari, namun kemudian di hari berikutnya tiba-tiba berubah menjadi dingin tanpa sebab.
Perhatian yang diberikan pun juga palsu dan penuh dengan kepura-puraan yang bertujuan untuk menarik ketertarikan kamu saja bukan tulus dari hatinya.
Cara Menghadapi Pelaku Breadcrumbing
Untuk bisa menghadapi pelaku Breadcrumbing dengan pikiran jernih memang membutuhkan waktu. Terkadang kita belum sadar jika telah menjadi korban dari Breadcrumbing sehingga membuat kita terbuai lebih dalam dengan pengaruhnya.
Jika kamu sudah sadar bahwa telah menjadi korban dari Breadcrumbing, kamu bisa memberikan langkah tegas kepada pelaku dengan berbicara secara terbuka kalau kamu merasa resah dan tidak nyaman dengan perilakunya.
Selain itu juga bisa untuk memberikan batasan-batasan yang selama ini terasa transparan agar tidak kembali terjerumus dengan jebakan dan manipulasi dari pelaku Breadcrumbing.
Jika semakin lama kamu merasa hubunganmu dengannya menjadi toxic dan berdampak kepada mental seperti stress dan mudah tidak fokus, langkah terbaik adalah mengakhiri hubungan dengannya.