JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pernahkah kamu mendengar ungkapan bahwa “kucing mirip dengan pemiliknya”? Apakah hal tersebut benar?
Menurut penelitian oleh Nottingham Trent University dengan yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE mengemukakan bahwa kucing dapat menunjukkan perilaku yang mencerminkan kepribadian pemiliknya, termasuk ekstroversi, terbuka, dan neurotik.
Penelitian ini melibatkan tiga ribu lebih pemilik kucing dan menemukan bahwa kepribadian pemilik kucing memiliki pengaruh besar terhadap karakteristik kucing peliharaannya.
Hal ini menunjukkan bahwa kucing dapat menampilkan karakteristik yang serupa dengan orang yang merawatnya.
Ada beberapa kucing yang bersifat ramah, aktif, dan senang berinteraksi. Namun, ada beberapa juga yang cenderung pemalu, mudah takut, atau lebih mandiri.
Kucing juga dapat menjadi ekstrovert, yakni suka berinteraksi atau bermain dengan orang maupun hewan lain. Kucing juga dapat menjadi introvert, yakni suka menghabiskan waktu sendirian atau berinteraksi dengan sedikit orang yang dipercayai.
Kucing memiliki kepribadian seperti manusia yakni dapat menunjukkan emosi seperti kebahagiaan, kesedihan, atau ketakutan.
Mereka mengekspresikan perasaannya melalui perilaku dan bahasa tubuh, seperti menggosok-gosokkan tubuhnya yang menunjukkan kasih sayang atau menghindar ketika merasa ketakutan.
Bagaimana kucing dapat meniru kepribadian pemiliknya?
Kucing dapat menyerap perilaku pemiliknya melalui kebersamaan dan interaksi yang rutin. Proses ini serupa dengan cara anak-anak meniru perilaku orangtua mereka.
Bahkan kucing yang diadopsi saat sudah dewasa tetap mampu menyesuaikan diri dan meniru sifat pemiliknya, meskipun perubahan tersebut berlangsung secara lebih perlahan atau halus.
Alasan Kucing Meniru Kepribadian Pemiliknya
Di alam liar, kucing belajar bertahan hidup dengan meniru perilaku kucing lain. Ketika tinggal di rumah, peran tersebut beralih kepada pemiliknya, yang menjadi sosok yang paling dipercaya.
Oleh sebab itu, kucing cenderung mengamati dan mencontoh perilaku pemiliknya sebagai cara untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian Kucing
Selain meniru kepribadian pemiliknya, kucing juga memiliki beberapa faktor yang mempengaruhi kepribadian kucing. Berikut beberapa faktor yang dikutip dari situs berbagai sumber.
- Warisan Induk Kucing
Anak kucing cenderung mewarisi karakteristik penting dari induknya, seperti keberanian dan kecenderungan mengalami stres.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa anak kucing dari pejantan yang bersifat "ramah" cenderung memiliki perilaku yang lebih bersahabat terhadap manusia.
Meskipun pengalaman sosialisasi di awal kehidupan berperan penting, kucing tetap mewarisi kepribadian dan ciri fisik dari kedua induknya.
Namun, ada pandangan yang menyatakan bahwa sifat-sifat ini lebih dominan dipengaruhi oleh faktor genetik dari sang ayah.
- Sosialisasi Kehidupan Awal
Masa 8 hingga 16 minggu pertama dalam kehidupan anak kucing sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian dan perilakunya.
Pada fase ini, anak kucing biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berani mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.
Memberikan lingkungan yang kaya rangsangan sangat penting agar mereka terbiasa dengan berbagai hal seperti suara, aroma, dan pemandangan.
Semakin sering mereka mengalami berbagai situasi saat masih kecil, semakin kecil kemungkinan mereka akan merasa takut atau menolak hal-hal tersebut di masa depan.
Baca Juga: Tangan Mendadak Dingin Saat Panik, Ternyata Begini Cara Kerja Tubuh Kita
- Pengalaman Hidup
Pengalaman yang mereka alami setelah masa sosialiasi juga turut membentuk perilaku dan sikap mereka.
Sebagai contoh, kucing yang hidup di luar dan harus bertahan sendiri cenderung menjadi lebih teritorial dan agresif dibandingkan dengan kucing yang tumbuh di lingkungan rumah yang aman dan nyaman.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh minimnya sosialisasi serta kondisi yang mengharuskan kucing luar untuk selalu waspada terhadap ancaman.
Sebaliknya, kucing yang dibesarkan dalam lingkungan penuh kasih sayang di rumah biasanya lebih mudah merasa aman dan tenang, sehingga cenderung memiliki sifat yang lebih ramah dan sosial.
- Ras Kucing
Ras juga dapat mempengaruhi kepribadian kucing. Walaupun karakteristik kepribadian ini tidak selalu berlaku untuk setiap ras tertentu, tetapi memahami campuran ras kucing dapat memberikan gambaran yang berguna.
Hal ini juga dapat membantu memperkirakan apakah kucing cenderung lebih aktif atau gemar tidur, suka berinteraksi atau lebih menyendiri, mudah cemas atau justru lebih tenang, dan sebagainya. LINDA
Editor : Imron Arlado