JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Silent Treatment merupakan salah satu bentuk perilaku pasif-agresif ketika seseorang secara sengaja memilih diam dan mengabaikan orang lain sebagai respons terhadap konflik, kekecewaan, atau kemarahan.
Perilaku ini bukan sekadar tindakan sementara untuk menenangkan diri atau mengelola emosi, melainkan dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama bahkan berhari-hari hingga berminggu-minggu.
Meskipun tidak melibatkan kekerasan fisik atau kata-kata kasar, sikap ini dapat meninggalkan dampak emosional yang cukup mendalam.
Perilaku ini dapat terjadi pada hubungan mana pun, baik dengan teman, pasangan, atau keluarga. Tidak hanya disebabkan oleh konflik, silent treatment dapat muncul sebagai bentuk reaksi ketika seseorang sedang merasa frustasi dalam menghadapi suatu masalah.
Dampak Korban Silent Treatment
Perilaku silent treatment ini dapat juga menjadi bentuk pelecehan emosional dan manipulasi, yakni pelaku secara sengaja bersikap dingin dengan tujuan untuk menghukum dan berharap orang lain meminta maaf kepadanya.
Dampak yang diterima oleh orang yang mendapatkan silent treatment adalah sebagai berikut:
- Kebingungan dan ketakutan
- Merasa ditolak dan dikucilkan
- Merasa tidak dihormati, dihargai, dan dicintai
- Putus asa
- Frustasi
- Marah
- Self-esteem yang rendah
Jika seseorang menerima perlakuan ini secara berulang kali, dampak tersebut dapat berkembang menjadi berbagai masalah kesehatan, seperti fibromialgia, gangguan makan, sindrom kelelahan kronis, kecemasan hingga depresi.
Jika kamu mendapatkan perilaku silent treatment dari seseorang dan bingung harus bersikap seperti apa, ikuti cara-cara berikut.
Cara Menghadapi Perlakuan Silent Treatment
- Lakukan pendekatan secara baik-baik
Melakukan pendekatan dengan lembut dan baik-baik dapat menjadi cara untuk meredam sikap ini.
Sampaikan padanya bahwa kamu menyadari sikapnya yang selama ini selalu mengabaikanmu, dan kamu benar-benar ingin tahu apa yang menjadi alasan di balik perubahan sikapnya yang terasa begitu dingin.
Jika tidak ada perubahan dan kamu tetap diabaikan, berilah ia waktu untuk mengendalikan dirinya sendiri. Kemudian, cobalah atur waktu untuk mendiskusikan masalah dengannya jika sudah tenang.
- Mengungkapkan Perasaanmu
Cobalah mengungkapkan apa yang kamu rasakan ketika mendapatkan silent treatment darinya. Jelaskan pada orang tersebut bahwa sikapnya bukanlah cara yang baik untuk meredakan masalah.
- Bersikap Tenang
Silent treatment terkadang dapat memicu emosi dan perasaan marah. Namun, sebaiknya kamu tidak terbawa emosi.
Cobalah bersikap tenang agar tidak memperburuk keadaan. Meskipun masalah ini bukanlah sepenuhnya salahmu, cobalah bersikap mengalah dan menurunkan ego.
Namun, jika hal ini sering terjadi sehingga membuatmu rendah diri, cobalah untuk mengevaluasi apakah hubungan tersebut layak dipertahankan.
- Fokus pada Diri Sendiri
Selain mencoba meredakan sikap dinginnya, ada baiknya kamu juga memfokuskan perhatian pada dirimu sendiri.
Cobalah meluangkan waktu untuk hal-hal yang membuatmu merasa lebih tenang dan nyaman, seperti menekuni hobi, berolahraga, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman.
Itulah beberapa dampak dan cara menghadapi perilaku silent treatment yang dapat dicoba. Setelah keadaan mulai membaik, sebaiknya kamu dan dia duduk bersama untuk membicarakan cara membangun komunikasi yang lebih sehat di antara kalian.
Dengan langkah ini, kemungkinan terjadinya silent treatment di masa depan dapat diminimalkan. LINDA
Editor : Imron Arlado