JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Film animasi asal Jepang yang diadaptasi dari cerita pendek semi autobiografi karya Akiyuki Nosaka yang bertajuk Grave of the Fireflies (Hotaru no Haka) berhasil mendapat dukungan dan respon positif dari para penonton.
Animasi ini dirilis pada tahun 1988 oleh Studio Ghibli dan disutradarai oleh Isao Takahata. Grave of the Fireflies menjadi salah satu film animasi yang sangat dikenang dan sulit dilupakan.
Animasi karya Akiyuki Nosaka ini berdasarkan kisah nyata tragedi perang besar yang terjadi di Kobe, Jepang, pada akhir perang dunia 2. Karena itu, setiap adegan dalam animasi ini sukses menyayat hati seluruh penonton.
Tak hanya karena kisahnya yang diambil dari kisah nyata, penggambaran dampak perang yang sangat realistis pada animasi ini juga menjadi faktor Grave of the Fireflies memiliki banyak penggemar.
Film ini dikenal dengan anime paling menyedihkan sepanjang masa karena menampilkan realitas penderitaan anak-anak, kekejaman, dan kehilangan akibat perang secara emosional dan sangat menyentuh, sehingga menggerakkan hati penonton dari berbagai kalangan.
Animasi Grave of the Fireflies juga mengandung nilai dan pesan kemanusiaan yang universal. Hal ini karena tema yang diangkat bersifat universal dan relevan sepanjang masa tentang perjuangan, kehilangan, dan kasih sayang saudara.
Berbeda dengan anime pada umumnya yang menawarkan akhir yang bahagia, Grave of the Fireflies dengan berani menghadirkan realita pahit tanpa menjadikan perang sebagai sesuatu yang heroik.
Grave of the Fireflies justru menghadirkan perang hanya sebagai tragedi yang besar dan lebih menonjolkan dampak serta realita pahit yang harus dihadapi semua orang akibat perang yang terjadi.
Diproduksi oleh Studio Ghibli yang terkenal dengan kualitas visualnya menjadikan Grave of the Fireflies memiliki kualitas visual dan narasi yang tinggi.
Kualitas animasi dan narasi juga menjadi salah satu faktor anime ini sukses dikenal banyak orang dari seluruh penjuru dunia.
Narasinya yang dalam dan penokohannya yang kuat terutama pada tokoh kakak beradik, Seita dan Setsuko, berhasil meninggalkan kesan yang mendalam pada penonton.
Baca Juga: Ngeri, Kakek-Cucu Terlindas Truk Ekspedisi saat Berangkat Sekolah
Bahkan kritikus dan sineas dunia, Roger Ebert dan Akira Kurosawa, mengakui bahwa film ini adalah salah satu film perang terbaik dalam sejarah film animasi.
Animasi ini juga berhasil menyabet berbagai penghargaan. Penghargaan pertamanya diperoleh dalam acara Naoki Prize yang diberikan pada Akiyuki Nosaka pada tahun 1967.
Selain itu, animasi ini juga berhasil mendapatkan juara dengan kategori “Special Award” dalam acara Blue Ribbon Awards pada tahun 1989.
Pada tahun 1997 Grave of the Fireflies berhasil mendapatkan dua kategori penghargaan dari satu acara yang sama yaitu Chicago International Children's Film Festival.
Kategori pertama adalah kategori “Animation Jury Award” dan satu lainnya adalah kategori “Rights of the Child Award”.
Karena faktor-faktor di atas dan mendapatkan respon serta dukungan yang positif dari seluruh penonton lokal maupun internasional, Grave of the Fireflies akhirnya secara resmi mengumumkan bahwa animasi ini akan tayang di bioskop CGV Indonesia pada 29 Agustus 2025 mendatang.
Secara singkat, anime ini berkisah tentang perjalanan dua kakak beradik bernama Seita dan Setsuko yang tengah berjuang bertahan hidup di Kobe, Jepang pada bulan-bulan terakhir perang dunia 2.
Cerita ini bermula pada tanggal 21 September 1945, saat petugas kebersihan menemukan Seita dalam keadaan tidak bernyawa di Stasiun Sannomiya. Seita meninggal karena dampak kelaparan parah yang dialaminya.
Alur kemudian mundur ke masa lalu. Menunjukkan kekacauan hidup akibat serangan bom api Amerika di Kobe. Ayah Seita dan Setsuko adalah seorang perwira Angkatan Laut, sementara ibu mereka wafat karena luka bakar dari pengeboman.
Setelah kehilangan rumah dan ibunya, mereka kemudian hidup bersama bibinya. Namun tak berlangsung lama karena setelah itu Seita dan Setsuko diusir oleh bibinya.
Mereka akhirnya terpaksa tinggal berdua di sebuah goa di pinggir danau dengan kondisi yang serba kekurangan.
Jika kalian siap menyaksikan dan merasakan salah satu kisah paling menyayat hati dari Studio Ghibli, jangan lewatkan penayangan Grave of the Fireflies di bioskop CGV pada 29 Agustus mendatang, ya!
Baca Juga: Ngeri, Kakek-Cucu Terlindas Truk Ekspedisi saat Berangkat Sekolah
FANEZA
Editor : Imron Arlado