KOTA - JP, 41, warga di Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, membakar dirinya sendiri menggunakan bensin, Rabu (9/7) siang.
Ayah dua anak itu diduga mencoba bunuh diri setelah bertengkar dengan istri. Beruntung nyawa korban masih selamat.
Aksi percobaan bunuh diri dilakukan JP di bagian belakang rumahnya sekitar pukul 12.00. Korban seketika menyiramkam bensin dari botol ke tubuhnya lalu memantiknya dengan korek api.
Aksi pria tersebut diketahui ibu mertua korban, SW, yang sedang memasak. Lansia ini langsung menyiram korban dengan air.
"Karena kepanasan dia masuk ke kamar mandi, lalu keluar lagi tergeletak di lantai," tutur SW saat ditemui di TKP.
Sebelum jatuh ke lantai, JP sempat menyahut celana anaknya dari jemuran. Celana itu akhirnya ikut terbakar.
Menurutnya, hampir seluruh badan korban melepuh akibat terbakar kecuali bagian kepala.
Namun, JP masih sadar dan masih bisa menjawab pertanyaan petugas PMI Kota Mojokerto yang tak lama datang dan membawanya ke rumah sakit.
Kini JP menjalani perawatan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Polisi telah turun ke lokasi melakukan olah TKP.
JP tinggal bersama istrinya, FN, 38, dan dua putranya yang masing-masing berusia 15 tahun dan 7 tahun. Di rumah yang berada di gang sempit itu, juga tinggal SW.
Semenjak di-PHK dari PT Tjiwi Kimia beberapa tahun lalu, sehari-hari JP membuka angkringan di jogging track (JT) tepi Sungai Brantas dekat rumah.
Sedangkan istrinya sejak seminggu ini bekerja di Pasar Semeru.
Saat JP hendak bunuh diri, istrinya berada di rumah. Menurut SW, menantu dan putrinya kerap cek-cok karena masalah duit. Karena itu, setiap malam JP pulang ke rumah orang tuanya di Kelurahan Wates.
"Dia bilang mau bakar diri di rumahnya sana (Wates) tapi ini tadi tiba-tiba bawa bensin dari ruang tamu dan bilang kalau mau mati. Sudah saya larang tapi tetap disiramkan ke badan," tuturnya.
Untung Pujiono, ketua RT setempat, membenarkan cerita CW. Menurutnya, sudah beberapa hari terakhir terdengar pertengkaran antara JP dan FN.
Tak ada KDRT, namun petikaian karena urusan ekonomi itu yang mendorong korban berusaha mengakhiri hidup.
"Dari kemarin-kemarin sudah ada pertengkaran dan kami minta supaya tidak cek-cok, karena mentok dengan masalah itu akhirnya dia menyiram badannya dengan bensin," ucapnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah