JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Menjadi generasi sandwich tidaklah mudah. Mereka harus pandai dalam mengatur keuangan dengan baik karena memiliki tanggung jawab yang besar terhadap keuangan anggota keluarganya.
Jika tidak pandai dalam mengatur keuangan, mereka akan merasa kesulitan menyisihkan uang untuk keperluan mendesak maupun jangka panjang, atau bahkan sekedar untuk memenuhi kebutuhan pribadi.
Generasi sandwich adalah istilah yang mengacu pada orang dewasa yang berada di tengah-tengah situasi krisis ekonomi, di mana seseorang harus menanggung biaya hidup orang tua, anak-anak mereka yang masih membutuhkan dukungan, serta kebutuhan diri mereka sendiri.
Istilah ini muncul karena posisi mereka yang terjepit di antara dua generasi yang membutuhkan.
Generasi sandwich memberikan gambaran posisi finansial yang terjepit antara dua generasi. Ibarat sandwich yang merupakan tumpukan roti dengan isian di tengahnya, mengibaratkan roti bagian atas adalah orang tua, roti bagian bawah adalah anak, dan isiannya merupakan dirinya sendiri.
Artinya, generasi sandwich ini harus membiayai dirinya sendiri, generasi atasnya, dan juga generasi bawahnya.
Di Indonesia, generasi sandwich bukanlah fenomena baru. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), hal ini bisa dilihat dari besarnya rasio ketergantungan penduduk usia lanjut (lansia) di Indonesia.
Pada 2023, misalnya, rasio ketergantungan lansia mencapai 17,08 persen. Artinya, setiap 100 orang penduduk usia produktif menanggung 17 orang lansia.
Penyebab Generasi Sandwich
- Efek Sosial-Ekonomi
Banyak anak dewasa yang terlambat mandiri secara finansial, akibatnya beban ekonomi orang tua bertambah untuk memenuhi kebutuhan mereka, alih-alih menyiapkan dana pensiun. Ketika anak sudah mandiri, dia lantas menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya.
- Kurangnya Pemahaman Tentang Manajemen Keuangan
Orang tua yang kurang faham akan mengatur keuangan dapat membuat anak mereka menjadi generasi sandwich. Mereka kurang mampu dalam mengatur keuangan dan menyiapkan investasi masa depan untuk bekal di hari tua.
- Gaya Hidup Konsumtif
Gaya hidup konsumtif adalah kecenderungan seseorang untuk membeli barang dan jasa secara berlebihan, seringkali tanpa mempertimbangkan kebutuhan atau manfaat jangka panjang.
- Efek dari Generasi Sebelumnya
Generasi sandwich biasanya merupakan penerus dari generasi sebelumnya yang juga merupakan generasi sandwich. Karena tanggungan yang banyak, akan sulit untuk dapat menabung dan butuh usaha lebih untuk dapat keluar dari jeratan generasi sandwich. Hal ini akhirnya berulang pada generasi setelahnya.
Cara Mengatasi Generasi Sandwich
- Bijak Mengelola Keuangan
Mereka dapat menggunakan pilihan tabungan berencana agar dapat menabung lebih konsisten dan dengan tujuan yang jelas. Tabungan berencana ini dapat digunakan sebagai antisipasi kebutuhan di masa yang akan datang.
- Penghasilan Lebih dari Satu Sumber
Beberapa alternatif sumber penghasilan tambahan adalah dengan kerja sampingan ataupun memulai bisnis. Dengan menambah sumber penghasilan, tentunya penghasilan mereka pun akan bertambah.
- Mempersiapkan Dana Pensiun
Mempersiapkan dana pensiun dilakukan dengan membayar sejumlah uang secara
rutin dan hanya dapat diambil ketika memasuki usia pensiun.
- Memprioritaskan Dana Darurat
Mengutamakan dana darurat dibandingkan dengan kebutuhan yang tidak terlalu penting. Dana darurat digunakan untuk memenuhi pengeluaran yang tidak terduga di masa mendatang.
NIYA
Editor : Imron Arlado