Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Fenomena Starter Wife, Perempuan Hanya Jadi Batu Loncatan dalam Hubungan

Saffana Raisa Rahmania • Rabu, 2 Juli 2025 | 22:01 WIB
fenomena stater wife (foto : prunedlife)
fenomena stater wife (foto : prunedlife)

RADAR MOJOKERTO-Fenomena starter wife merujuk pada perempuan yang setia mendampingi pasangannya sejak awal perjuangan hidup. Mereka turut berjuang dari nol, memberikan dukungan emosional, finansial, maupun sosial.

Namun ironisnya, ketika sang pria mulai meraih kesuksesan, justru perempuan itu ditinggalkan. Sang pria lebih memilih pasangan baru yang dianggap lebih "sepadan" dengan status dan pencapaian yang kini dimiliki.

Fenomena ini menyakitkan, namun nyata. Cinta dari seorang laki-laki tidak selalu perlu dibangun dengan pengorbanan.

Sebaliknya, banyak perempuan justru memperjuangkan cinta dengan kesetiaan dan kerja keras, meski pada akhirnya, loyalitas dan pengorbanan mereka tidak menjamin balasan yang setara.

Kenyataan menunjukkan bahwa banyak orang mulai berubah setelah mendapatkan segalanya. Kesuksesan kerap menjadi cermin yang memperlihatkan warna asli seseorang, apakah ia setia, atau hanya mencari kenyamanan sementara dalam masa-masa sulit.

Tak jarang, hubungan dibangun bukan atas dasar cinta sejati, melainkan karena keterbatasan pilihan saat kondisi belum mapan. Karena belum punya apa-apa, seseorang cenderung memilih pasangan yang mau bertahan dan mendukung dalam keterbatasan.

Namun ketika semua telah dimiliki materi, status, dan pengaruh barulah ia merasa bebas memilih pasangan ideal versi dirinya, dan melupakan mereka yang pernah menemaninya saat terjatuh.

Fenomena starter wife menjadi potret ketimpangan relasi dalam masyarakat kita. Ini bukan hanya soal cinta yang gagal, tapi juga soal bagaimana perempuan masih sering dijadikan "alat bantu" menuju sukses, bukan mitra sejati untuk dibangun bersama.

Hubungan yang sehat haruslah dibangun atas dasar kesetaraan, penghargaan, dan komitmen jangka Panjang bukan semata-mata keuntungan atau gengsi

 

Editor : Imron Arlado
#meninggalkan #pasangan #setia