RADAR MOJOKERTO - Cinta merupakan kompleksitas emosi yang dimiliki seseorang terhadap barang atau orang diluar dari dirinya sendiri. Cinta biasa meliputi rasa kasih sayang dan ketertarikan terhadap suatu hal. Kali ini, pembahasan cinta merujuk pada perasaan terhadap pasangan dengan melibatkan salah satu karya filsuf feminis asal Amerika, bell hooks (lebih suka jika namanya ditulis tanpa kapital).
Melalui buku terbitan 1999 berjudul All About Love, bell hooks memulai tulisannya dengan mendefinisikan cinta. Cinta baginya adalah sebuah proses berkelanjutan untuk bertumbuh dan menjadi lebih baik bersama-sama.
Definisi cinta bell hooks didasarkan pada karya Erich Fromm berjudul The Art of Loving yang mengatakan bahwa
“...love is as love does, love is an act of will namely, both an intention and an action…” tulis hooks dalam bukunya, All About Love.
Cinta membutuhkan aksi dan cinta perihal kebebasan, siapapun berhak merasakan cinta yang sifatnya membangun, bukan menindas.
Baca Juga: Mengenal Meal Prep, Solusi Utama Penerapan Pola Makan Sehat Ditengah Kesibukan
Unsur Cinta dari bell hooks
Melalui berbagai pandangannya tentang cinta dan keterikatannya pada topik feminisme, bell hooks memberikan beberapa unsur dalam cinta dan hubungan yang sehat dan setara berikut ini.
1. Tanggung jawab
Cinta bagi bell hooks memerlukan tanggung jawab dalam menjalaninya. Tanggung jawab yang dimaksudkan adalah perihal perasaan ingin tahu yang tinggi tentang apapun soal pasangan dan kesediaan untuk bertumbuh bersama pasangan.
Cinta bukanlah keharusan, melainkan pilihan diri secara sadar dan ketika telah memutuskan untuk mencintai, maka juga harus bertanggung jawab atas pilihan tersebut.
2. Komitmen
bell hooks menegaskan soal kesetiaan sebagai bagian dari komitmen dalam cinta. Dalam bagian ini, niat dan tindakan menjadi komitmen dalam cinta bersama pasangan. Cinta tanpa niat dan tindakan berarti tidak bisa disebut cinta, dan oleh karena itu cinta harus diusahakan.
3. Kejujuran
Hubungan tidak perlu privasi, namun juga butuh ruang sendiri untuk mencintai diri sendiri. Hal ini diungkap bell hooks dalam buku All About Love. bell hooks menyoroti soal cinta yang terkadang mengandung kebohongan untuk bisa dicintai. Namun, cinta sesungguhnya adalah tentang adanya kejujuran untuk hubungan lebih sehat.
4. Kepercayaan
Adanya kepercayaan adalah salah satu unsur dalam cinta. Kepercayaan terhadap pasangan bisa meliputi perasaan aman dan dihargai.
5. Penghormatan
Rasa hormat berarti melibatkan batasan-batasan, nilai, dan pertanggungjawaban dalam cinta. Menghormati juga bisa diartikan sebagai perhatian dan kasih sayang yang saling memberi dan menerima di dalamnya.
Baca Juga: Fakta Fakta Inuarashi One Pemimpin dari Suku Mink
6. Porsi yang sama = tanpa dominasi
Setiap pihak dalam suatu hubungan sifatnya saling memberi dan menerima. Ketidakseimbangan bisa jadi simbol cinta tidak setara dan mengakibatkan adanya dominasi kekuasaan dari salah satu pihak, akhirnya menjadi cinta yang tidak sehat.
Pada intinya, bell hooks mendefinisikan cinta sebagai suatu kesatuan dari berbagai unsur di atas.
Perihal mencintai orang lain, bell hooks menyebut bahwa alangkah baiknya individu merasa cukup dan mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu agar mendorong terjalinnya hubungan yang sehat bersama pasangan di kemudian hari.
Editor : Imron Arlado