Dengan strategi pelatihan akademik dan nonakademik yang matang, SMAN 1 Mojokerto tidak hanya menargetkan lulus, tetapi lulus dengan prestasi dan arah masa depan yang jelas.
Kepala SMAN 1 Mojokerto Subandi menuturkan, capaian 87 siswa yang berhasil lolos ke PTN ini merupakan hasil dari sistem pendidikan yang dibangun berdasarkan kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua.
Sebab, di sini siswa tak sekadar disiapkan untuk lulus, namun siap menghadapi tantangan di masa depan.
”Hasil ini bukan kebetulan. Ini buah dari sistem pembinaan yang kami bangun sejak awal masuk hingga kelas XII melalui berbagai pembelajaran dan pelatihan,’’ terangnya.
Para siswa yang lolos PTN tersebut tersebar di sejumlah universitas ternama. Seperti Universitas Surabaya, Universitas Airlangga, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Udayana, Univeristas Brawijaya, dan sejumlah PTN lainnya.
Menurut Subandi, SMAN 1 Mojokerto berpotensi menjadi sekolah akademik.
’’Sebab, siswa kami punya semangat yang tinggi untuk belajar dan meneruskan ke PTN. Dan itu menjadi perhatian serius dari sekolah,’’ imbuhnya. Subandi juga mendorong siswa agar menjadi entrepreneur muda, bagi mereka yang tak ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.
Menurutnya, kesempatan menjadi wirausahawan sangat terbuka lebar bagi generasi muda zaman kini.
’’Dengan berbagai skill dan keahlian yang diajarkan saat menempuh pendidikan, kami siap membimbing siswa yang tertarik menjadi entrepreneur saat lulus nanti,’’ pungkas dia. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah