SOOKO - Rombongan keluarga yang menjadi korban tenggelam di Pantai Pancer Dorr, Pacitan, Jumat (20/6) siang, dipastikan warga Dusun Kedungmaling 3, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Mereka tak lain adalah pemilik Pondok Pesantren Riyadlul Quran di Jalan Raya Brangkal.
Informasi yang dihimpun di rumah duka, rombongan itu berangkat ke Pacitan pada Kamis (19/6) sore. Mereka meliputi pengarus ponpes M. Syamsuddin (Gus Udin), 52; istri Gus Udin sekaligus kepala pendidikan ponpes Azmil Mukarommah, 44; anak keempat Asna Amalia At Tazkiah, 11; serta dua keponakan Aisya, 11, dan Naifa, 13.
M. Nazir Munawir, keponakan Gus Udin, mengatakan keluarga menerima kabar duka ini pertama kali selepas Jumatan.
Menurutnya, rombongan sang paman melawat ke Pacitan untuk sowan ke Ponpes Tremas milik kerabat.
Informasi yang dihimpun, saat itu mereka juga menjemput anak kedua, Nayla Fadlilah, 17, yang mondok di Tremas.
Setelah itu, rombongan ini melanjutkan perjalanan melancong ke Pantai Pancer Dorr. "Ke pondok sekalian liburan," ucapnya di rumah duka, Jumat (20/6) sore.
Nazir tak dapat memastikan berapa orang yang ikut rombongan dari Mojokerto. Yang pasti, sejauh ini Azmil yang ditemukan dalam kondisi meninggal dalam perjalanan dibawa pulang.
Sementara itu, tiga korban lain masih dalam pencarian. "Kami bersedih, kami mohon doanya," imbuhnya.
Pantauan sejak siang hingga sore, pelayat silih berganti datang ke rumah duka. Warga juga bergotong royong mendirikan tenda serta keperluan untuk pemakaman.
Rencananya jasad akan dimakamkan di pemakaman keluarga dekat rumah.
Ari Subakti, tetangga korban, mengatakan Gus Udin merupakan pimpinan Ponpes Riyadlul Quran, sedang istrinya Azmil kepala pendidikan dan pengajar di ponpes.
"Anak Gus Udin juga ada yang mondok di Tremas, pondok itu punya kakaknya Gus Udin," tuturnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah