Tiba pukul 10.20 WIB bersama rombongan pejabat kementerian dan dinas, dia disambut hangat keluarga besar PPIC eLKISI. Acara ini diawali dengan penampilan kreativitas santri, termasuk nasid dan pemaparan hasil karya produk penelitian kelas 12 SMA eLKISI yang membuat diodoran dari bahan tawas.
Selain itu, juga diselenggarakan pameran karya dan kreativitas santri, pameran pendidikan, serta unit amal yang ada di ponpes eLKISI.
Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) eLKISI Dr. Fathurrohman, M.Pd.I menuturkan dalam pidatonya bahwa kesuksesan sesungguhnya adalah saat kita semua nanti dikumpulkan oleh Allah Ta’ala di surganya Allah Ta’ala. Beliau juga menekankan bahwa tujuan utama pendidikan di ponpes eLKISI adalah untuk mengajak dan menyelamatkan para santri supaya sama-sama berjuang meraih surganya Allah Ta’ala.
’’Bagi banyak santri, ini bukan sekadar acara perpisahan. Ini adalah momen spiritual yang menegaskan bahwa pendidikan sejati tak hanya mencetak lulusan, tetapi melahirkan generasi pembawa cahaya-generasi yang kuat dalam ilmu, iman, dan akhlak,’’ pesannya.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, S.H, LL.M, Ph.D, menyampaikan bahwa tugas orang tua yang utama adalah menjaga aqidah anak dan bertanggung jawab penuh atas pendidikan keluarga. Beliau juga menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai karakter anak dan kepribadian yang baik.
Wamen membuka dengan tadabur Surah An-Nisa: 9, ayat yang memperingatkan agar manusia tak meninggalkan generasi yang lemah, baik secara iman, ilmu, maupun akhlak. ’’Kalau generasi setelah kita tidak lebih baik, kita belum dikatakan berhasil,’’ ujarnya.
Dia pun menyinggung peran Panitia 9, para pejuang kemerdekaan yang di antaranya adalah kiai dan ulama. Mereka tahu, kemerdekaan sejati lahir dari kekuatan rohani, bukan sekadar kekuasaan. ’’Tujuan pendidikan bukan sekadar mencetak lulusan, tapi mencetak manusia yang bermutu, berkarakter, dan siap memikul amanah sejarah,’’ tegasnya. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah