Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan bahwa saat ini potensi longsor memang masih ada. Titik-titiknya sudah dipasang. Untuk mencegah terjadinya bencana, pemerintah melalui BPBD sudah memasang EWS (Early Warning System).
“Ini dipasang pada titik yang longsor beberapa waktu lalu. Masih terus dipantau,” kata Gatot sebagaimana dilansir Jawa Pos. Menurut dia, pengoperasian jalan selama 24 jam sudah melalui berbagai pertimbangan. Ada kajian terhadap kondisi jalan di sepanjang rute.
Gatot menegaskan jika ada beberapa larangan yang diberlakukan di Cangar. Masyarakat tidak boleh menebang pohon di sekitar jalan raya. Ada petugas yang akan melakukan patroli.
Pembukaan jalur Cangar-Pacet yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang ini telah dibuka setelah rampungnya seluruh perbaikan jalan dan terasering pasca bencana longsor. Itu juga melalui asesmen dari Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Pemprov Jatim.
Jalur Cangar-Pacet mulai ditutup sejak 3 April 2025 lalu saat terjadi longsor di kawasan tersebut. Jalur Cangar-Pacet ini sempat dilakukan sistem buka tutup seiring dengan penyelesaikan perbaikan.
Setelah semua rampung, rapat evaluasi pembukaan 24 jam jalur Cangar-Pacet pasca tanah longsor telah dilaksanakan pada Kamis (12/6) di Rest Area Sendi, Pacet. Hasilnya, kondisi jalan di jalur Cangar-Pacet dinyatakan baik layak dan aman untuk dilalui. (hen/fen)
Editor : Fendy Hermansyah