JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Alat komunikasi kini semakin berkembang pesat seiring dengan berjalannya waktu. Banyak orang telah menggunakan handphone untuk berkomunikasi, mulai dari mengirim pesan hingga melakukan panggilan suara.
Meski begitu, terdapat sebagian orang yang menghindari komunikasi lewat telepon dengan alasan tertentu.
Sebagian orang menganggap bahwa nada dering dari panggilan suara sangat mengganggu yang membuat mereka menghindari panggilan via telepon.
Selain itu, beberapa orang juga menghindari panggilan dari nomor yang tidak dikenal atau bahkan menderita kondisi ketakutan dan tekanan nyata saat mendengar atau menerima telepon.
Menurut para ahli Psikolog, kejadian ini berkaitan erat dengan suatu perilaku dan kepribadian tertentu. Berikut ciri-ciri seseorang yang enggan menerima telepon.
Ciri-Ciri Orang yang Enggan atau Takut Menerima Telepon
- Cenderung menyukai komunikasi tertulis, komunikasi melalui pesan tertulis memberi waktu dan keleluasaan seseorang untuk merespon dengan baik dan bijak.
- Kecemasan sosial yang tinggi, nada dering dari telepon terkadang memicu serangan panik terutama jika penelepon merupakan nomor yang tidak dikenal. Kecemasan terhadap memberi respon yang salah, takut dinilai dan dikritik memicu rasa panik serta tekanan bagai medan yang menakutkan.
- Tidak nyaman dengan ketidakpastian, Panggilan telepon bisa terasa seperti momen yang sulit ditebak, karena bisa berisi kabar, pembahasan yang penting, atau bahkan suatu ancaman atau teguran yang membuat tidak nyaman.
- Ingin ruang kendali dan batasan, mengangkat telepon ibarat mengikuti skenario orang lain, hal tersebut akan cukup mengganggu batasan, kenyamanan saat interaksi, dan ruang kendali.
Ketakutan dalam menerima telepon dapat berkaitan dengan aspek psikologis, kecemasan, hingga sensitivitas emosional seseorang.
Alasan Seseorang Menghindari Panggilan Telepon
Fenomena ini dapat disebabkan beberapa hal, diantaranya yaitu:
- Gangguan Kecemasan Sosial
Seseorang yang mengalami gangguan kecemasa kerap merasa cemas atau gugup saat berbicara secara langsung dengan orang lain, terutama melalui telepon.
Kecemasan dapat dipicu karena ketidakpastian terhadap topik abrolan di telepon.
- Takut Memberikan Jawaban yang Kurang Tepat
Selain merasa gugup, seseorang yang enggan menerima telepon memiliki ketakutan terhadap respon yang diberikan kepada lawan bicara.
Mereka cenderung takut memberi respon yang kurang tepat karena tidak bisa mengetahui ekspresi lawan bicara.
- Sibuk
Seseorang bisa saja tidak bisa menerima panggilan telepon mendesak karena tengah bekerja atau melakukan suatu kegiatan yang tidak memiliki waktu untuk mengobrol.
Sehingga tidak memungkinkan dapat menerima telepon di tengah kesibukan pekerjaan.
- Kesulitan Berkomunikasi Melalui Telepon
Seseorang yang enggan mengangkat panggilan suara, bisa saja sering kali merasa kewalahan ketika berbincang di telepon, mereka kerap kebingungan atas respon yang akan diberikan yang mmeicu rasa panik, gugup, hingga rasa malu.
- Lebih Nyaman dengan Komunikasi Tertulis
Komunikasi tertulis melalui pesan memberi waktu kepada lawan bicara untuk mencermati pesan dan kemudian memberi respon atau balasan dengan bijak sesuai topik.
Berbeda dengan telepon yang harus memberi respon secara cepat dan spontan, membuat seseorang kewalahan serta kehilangan ruang kendali.
DINDA
Editor : Imron Arlado