Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

HTS vs Pacaran? Inilah Alasan Mengapa Banyak Wanita Memilih Hubungan Tanpa Status daripada Pacaran Resmi

Salsa Virly Khabilta • Sabtu, 24 Mei 2025 | 01:58 WIB

 

Ilustrasi Hubungan Tanpa Status atau HTS
Ilustrasi Hubungan Tanpa Status atau HTS

JPRM – Istilah HTS atau Hubungan Tanpa Status kini semakin akrab di telinga masyarakat. Meski konsep ini sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru, belakangan topik HTS kembali mencuat dan banyak dibicarakan, terutama di media sosial dan forum pergaulan anak muda.

Di Indonesia sendiri, tren HTS semakin populer, khususnya di kalangan generasi milenial dan Gen Z.

Situasi tersebut menggambarkan hubungan di mana dua orang saling menyukai, tetapi enggan melakukan komitmen. Hubungan ini berada di antara pertemanan dan pacaran, karena ada ikatan emosional yang terjalin, tetapi tanpa kejelasan status atau tujuan hubungan yang tidak jelas.

Mengutip Cambridge Dictionary pada Jumat (23/5), orang-orang yang berada dalam situasi ini sama-sama saling menyayangi dan mesra seperti layaknya pasangan kekasih.

Sering kali dari kedua pihak enggan secara terbuka mengungkapkan perasaan suka, sehingga mereka merasa nyaman menjalani hubungan tanpa status tersebut.

Namun, dalam beberapa kasus, salah satu atau kedua pihak memang sepakat untuk tidak menetapkan status resmi dalam hubungan mereka.

Banyak juga dari mereka yang mulai menjadikan HTS sebagai pilihan dalam menjalin relasi, menggantikan pola pacaran yang lebih mengikat.

Tetapi, mengapa fenomena ini semakin umum terjadi, khususnya di kalangan para wanita? Apa alasan di balik keputusan banyak wanita memilih untuk menjalani hubungan seperti ini?

Berikut beberapa alasan yang melatarbelakangi keputusan banyak wanita memilih terlibat dalam hubungan tanpa status.

 

 

  1. Pengaruh Media Sosial

Menurut hasil penelitian LIPI pada tahun 2021, sekitar 65% wanita yang menjalani HTS mengakui bahwa media sosial punya peran besar dalam membentuk pandangan mereka tentang hubungan.

Konten seperti serial, film, dan para influencer yang menampilkan gaya hidup bebas dan hubungan yang tidak terlalu mengikat, ikut mendorong mereka untuk mencoba dan menjalani hubungan tanpa status di kehidupan sehari-hari.

  1. Lebih Bebas Secara Emosional

Sejumlah wanita masa kini melihat HTS sebagai cara untuk mendapatkan kebebasan yang sulit mereka peroleh dalam hubungan koncensional.

Dengan menjalani hubungan ini, mereka bisa tetap mandiri dan lebih fokus pada karier atau pendidikan tanpa harus menghadapi tekanan dari pasangan atau soal komitmen jangka panjang.

  1. Keraguan pada Komitmen Jangka Panjang

Dalam kondisi ekonomi dan sosial yang penuh ketidakpastian saat ini, banyak wanita merasa belum siap untuk menjalani hubungan serius.

Survei dari Jakarta Dating Culture tahun 2022, menunjukkan bahwa 47% wanita yang ikut dalam HTS mengaku ragu soal pernikahan atau komitmen jangka panjang karena situasi hidup mereka yang masih belum stabil.

  1. Trauma dari Masa Lalu

Banyak wanita yang pernah terluka dalam hubungan masa lalu, sehingga merasa bahwa HTS menjadi pilihan aman untuk tetap dekat dengan seseorang tanpa harus takut sakit hati terlalu dalam.

Mereka lebih memilih menjalani hubungan yang santai dan tidak terlalu berat secara emosional, agar nantinya tidak perlu memiliki ekspektasi atau perasaan terlalu dalam lagi terhadap pasangan.

 

Tentunya, fenomena HTS di kalangan wanita kini menjadi sesuatu yang penting untuk diperhatikan. Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat dan penuh tekanan, banyak wanita merasa bahwa menjalani hubungan tanpa status memberikan ruang kebebasan yang mereka cari.

Meski HTS terlihat menguntungkan bagi mereka yang menginginkan kebebasan, hubungan seperti ini tetap bisa berdampak pada sisi emosional seseorang.

Banyak wanita akhirnya mengalami kebingungan perasaan karena sayang atau cinta itu sulit dikendalikan.

 

 

Menurut data survei dari LovePsychology (2023), sebanyak 62% wanita yang menjalani HTS merasa bingung secara emosional akibat tidak adanya kejelasan mengenai masa depan hubungan mereka.

Namun, apapun jenis hubungannya, baik yang berstatus maupun tanpa status, seharusnya membawa kebahagiaan dan keseimbangan dalam hidup, bukan sebaliknya.

Untuk itu, keputusan untuk menjalani HTS harus diambil dengan kesadaran penuh dan komunikasi terbuka, baik dengan diri sendiri maupun dengan pasangan.

 

 

Situasi ini mungkin akan terus berkembang seiring perubahan sosial, tapi pada akhirnya, setiap orang punya hak untuk menentukan apa yang terbaik bagi kebahagiaan dan kehidupannya sendiri.

Editor : Imron Arlado
#tantangan dalam hubungan #Dampak Psikologis Menjalani Hubungan Tanpa Status #generasi z #psikologi #hubungan tanpa status #tantangan #Gen Z menjalani Hubungan Tanpa Status #Alasan Wanita Memilih HTS #generasi milenial #Gen Z #Wanita lebih memilih HTS #hubungan tanpa komitmen #Topik Hubungan Tanpa Status #komitmen #bebas dalam hubungan #emosional atau psikologis #hubungan tanpa pacaran #HTS #Hubungan tanpa kepastian