JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Hubungan asmara yang telah berakhir sering kali meninggalkan kenangan pahit sekaligus rasa kecewa yang begitu dalam.
Goresan luka yang ditinggalkan oleh seseorang yang pernah dicintai menjadi momen penuh emosional dan menciptakan rasa sesak serta trauma terkait suatu hubungan.
Patah hati yang dialami karena berpisah dengan sang kekasih terasa seolah mimpi buruk yang entah kapan akan sembuh dan move on.
Sejumlah orang memang bisa tetap melanjutkan hubungan baiknya dengan mantan yang dianggap sebagai teman, namun terdapat sebagian orang juga yang tidak bisa berdamai atau memaafkan kesalahan mantan dan berujung membencinya.
Seseorang yang membenci mantannya sering kali memiliki alasan tersendiri, entah karena rasa kecewa, dendam pribadi, atau bahkan untuk bisa move on lebih cepat.
Berikut sejumlah alasan utama seseorang kerap membenci mantan kekasihnya.
- Merasa Kecewa Karena Telah Dikhianati
Hubungan asmara sering kali berakhir dengan suatu konflik yang tengah terjadi diantara sepasang kekasih yang memicu perasaan marah dan rasa sakit atas suatu pengkhianatan.
Hal tersebut menyebabkan seseorang merasa kecewa dan tidak percaya lagi terhadap sosok yang telah menyakiti perasaanya, bahkan enggan untuk berkomunikasi.
- Perasaan Terluka yang Berubah Menjadi Keinginan Balas Dendam
Setelah hubungan berakhir, penolakan dan perasaan gagal kerap teringat di benak yang kemudian memuci perasaan marah, kesal, bahkan rasa dendam terhadap sang mantan.
Rasa trauma yang tercipta terkait perpisahan dengan masa lalu sering kali menjadi penyebab seseorang kesulitan untuk memulai hubungan dengan orang baru.
- Move On dengan Cara Membenci
Hubungan asmara yang telah dijalin selama bertahun-tahun tentu telah banyak menciptakan kenangan indah bersama.
Momen indah yang telah diciptakan bersama tentu menjadi hal yang akan sulit dilupakan, sehingga seseorang akan memilih untuk move on dengan cara membenci mantannya.
- Pasangan Baru Mantan
Ketika seseorang mengetahui bahwa mantannya telah memiliki pasangan baru dalam kurun waktu yang cepat, tanpa disadari api cemburu akan muncul.
Selain itu, seseorang akan merasa bahwa dirinya kurang berharga dibandingkan dengan pasangan baru mantannya, yang kemudian akan berujung membandingkan diri sendiri dengan pasangan baru mantan.
Perbandingan tersebut justru akan semakin memicu rasa benci terhadap mantan.
- Merasa Mantan Harus Merasakan Rasa Sakit yang Sama
Perasaan sakit hati atau perlakuan tidak adil yang diperbuatan mantan pasangan terhadap diri sendiri dapat memicu kebencian, karena merasa bahwa mantan perlu merasakan hal yang sama.
Seseorang akan cenderung ingin melihat mantan mendapatkan pembalasan yang setimpal atas perlakuan dia selama ini.
DINDA
Editor : Imron Arlado