JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Dalam kehidupan sosial, menjaga hubungan pertemanan sangatlah penting. Pertemanan bisa memberikan rasa bahagia tersendiri, kepada mereka lah kamu bisa bercerita dan tertawa. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa hubungan pertemanan tidak selalu berakhir dengan baik. Seringkali dihadapkan dengan pertikaian maupun pengkhianatan.
Hal seperti itu bisa kamu hindari dengan menjaga batasan dalam pertemanan. Batasan tidak akan mengakhiri persahabatan mu melainkan akan menjaga lingkungan pertemanan agar tetap nyaman dan bebas berekspresi. Dalam lingkungan pertemanan, penting untuk memberikan waktu kepada teman untuk berbicara tentang apa yang diinginkan dan dirasakan.
Oleh karena itu, ketahuilah 5 batasan dalam pertemanan yang perlu kamu jaga di bawah ini.
- Menjaga Batasan dalam Hal Keuangan
Terkadang keuangan bisa merusak hubungan pertemanan. Apalagi jika menyangkut tentang pinjam uang. Saat berada di situasi itu perlu keterbukaan komunikasi. Jika dirasa tidak yakin bisa meminjamkan kamu harus berani menjelaskan kebenarannya.
- Hindari Candaan yang Merendahkan
Membagikan lelucon dan tertawa bersama teman adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Namun ketika sudah bercanda yang bersifat merendahkan fisik, finansial, maupun pengalaman yang pahit. Jika awalnya berniat bercanda tapi kita tidak tahu perasaan orang lain, tanpa kita ketahui mereka merasa tersinggung dengan candaan tersebut.
Baca Juga: Sering Tertukar, Inilah Perbedaan Gaslighting, Playing Victim, dan Guilt Trip
- Jangan Terlalu Menekan Privasi Teman
Setiap orang pasti mempunyai privasi satu sama lain. Jangan paksa temanmu untuk terus membagikan semua hal tentang dirinya. Semua orang memiliki hak untuk menyimpan privasi nya masing-masing. Tidak selalu semua hal harus diceritakan kepada orang lain.
- Berikan Waktu Untuk Sendiri
Sebagai makhluk sosial terkadang membutuhkan waktu untuk sendiri. Dalam lingkungan pertemanan harusnya mampu memberikan waktu dan mendukung temannya untuk menikmati hidup masing-masing terlebih dahulu. Teman yang tulus tidak akan mempermasalahkan jika kamu membutuhkan waktu untuk diri sendiri.
- Jangan Meluapkan Seluruh Emosi Kepada Teman
Memang benar sahabat adalah teman cerita kita yang pertama. Kita bisa menceritakan seluruh hal yang sedang dialami baik suka maupun duka. Tapi sebagai teman yang tulus kamu sepatutnya memahami keadaan yang sedang dialami oleh dirinya.
Jika kamu sudah tahu kalau dia sedang bersedih hindari untuk membagikan kesedihan yang kamu alami. Teman bukanlah psikolog pribadi untukmu, belajarlah untuk mandiri dan menyelesaikan masalah sendiri. LAILA
Editor : Imron Arlado