JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Lapangan Santo Petrus di Vatikan kembali menjadi saksi momen bersejarah dalam Gereja Katolik. Pada Minggu (18/5/2025) pagi waktu setempat, sekitar 250.000 orang dari berbagai penjuru dunia memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan pelantikan Paus Leo XIV.
Pelantikan ini bukan sekedar upacara seremonial, tapi juga menjadi momen bersejarah yang membawa harapan baru bagi 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.
Paus Leo XIV, yang memiliki nama asli Robert Francis Prevost, menjadi Paus pertama dari Amerika Serikat. Sebelum terpilih menjadi paus, ia dikenal sebagai misionaris Augustinian yang mengabdi selama lebih dari dua dekade di Peru.
Kemunculannya pertama kali di hadapan publik sebagai Paus terjadi tak lama setelah asap putih muncul dari cerobong Kapel Sistina. Dari balkon Basilika Santo Petrus, ia menyapa ribuan umat dengan kalimat yang menyentuh hati.
Baca Juga: Gangguan Curiga yang Berlebih, Inilah Pengertian, Penyebab, dan Gejala Gangguan Kepribadian Paranoid
“Damai sejahtera menyertai kalian semua,” ucapnya.
“Inilah salam pertama dari Kristus yang bangkit, yang telah menyerahkan nyawa-Nya bagi Allah. Kiranya salam damai ini masuk ke dalam hati kalian, menjangkau keluarga kita semua dan setiap insan di manapun berada,” lanjutnya, seperti dikutip dari CNN.
Kata-kata perdananya ini langsung disambut haru dan sorak bahagia dari ribuan umat Katolik yang memadati Lapangan Santo Petrus.
Upacara dimulai sekitar pukul 10.00 pagi waktu Vatikan. Sebelum misa dimulai, Paus Leo XIV tampak menyapa umat dengan hangat di atas mobil paus, melambaikan tangan dan memberi berkat kepada manusia yang memenuhi lapangan.
Sorakan “Viva il Papa” dan “Papa Leone” menggema dari masyarakat yang menyambut hangat kehadiran Paus.
Mobil paus dengan atap terbuka yang ditumpangi sang Paus dikawal ketat oleh lebih dari selusin petugas keamanan saat melintasi alun-alun dan menyusuri jalan panjang menuju Sungai Tiber.
Dalam prosesi pelantikannya, Paus Leo XIV menerima dua simbol penting yang melambangkan jabatan kepausan. Simbol pertama adalah cincin nelayan berhias stempel emas, yang dinamai untuk menghormati Santo Petrus – paus pertama yang berprofesi sebagai nelayan.
Cincin ini menandai dimulainya dan berakhirnya masa kepausan. Saat seorang paus wafat, cincin tersebut akan dihancurkan oleh seorang kardinal senior. Hingga tahun 1842, cincin ini juga berfungsi sebagai segel untuk dokumen resmi yang ditandatangani oleh Paus.
Simbol kedua yang diterima Paus adalah pallium yang terbuat dari wol domba. Lambang ini merepresentasikan peran Paus sebagai gembala umat dan dikenakan di atas bahunya sebelum misa pelantikan dimulai.
Baca Juga: Suka Menimbun Barang Bekas? Waspadai Anda Alami Hoarding Disorder. Ketahui Ciri-Ciri dan Penyebabnya
Pelantikan ini juga dihadiri oleh banyak tokoh penting dunia, seperti Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, hingga Presiden Israel Isaac Herzog.
Dari Indonesia, Presiden Prabowo Subianto mengutus tiga perwakilan untuk hadir, yakni Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, serta Deputi Investasi dan Promosi BP Batam Fary Francis.
Dalam homilinya, Paus Leo XIV menyerukan pentingnya membangun dunia yang lebih damai, adil, dan penuh kasih. Ia mengajak umat untuk menjadi cahaya di tengah dunia yang kerap diliputi kegelapan akibat kebencian dan ketidakadilan.
Setelah resmi dilantik, Paus Leo XIV dijadwalkan menjalani sejumlah agenda penting. Pada Rabu, 21 Mei mendatang, ia akan menggelar audiensi umum perdana sebagai Paus.
Kemudian pada Sabtu, 24 Mei, ia dijadwalkan bertemu dengan jajaran pejabat tinggi Vatikan atau Roma Curia. NESTYA
Editor : Imron Arlado