KOTA – Remaja Masjid (Remas) Agung Al Fattah, Kota Mojokerto, kembali menggelar pelatihan digital bagi para pemuda di Mojokerto Raya.
Kali ini pelatihan tersebut bertajuk Workshop Reels Facebook dengan mengusung tema Meraup Dolar dari Facebook Profesional yang berlangsung di aula masjid, Minggu (18/5).
Melalui workshop tersebut diharapkan para pemuda menjadi lebih produktif dan kreatif secara finansial.
Sebab, masih banyak ditemui para pemuda yang sekadar menggunakan media sosial (medsos) tanpa bisa memanfaatkan dan mengubahnya menjadi cuan.
Hal ini karena minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam berselancar di dunia digital.
Padahal, banyak sekali ruang atau cara untuk bisa mendapatkan pundi-pundi dolar.
Khususnya di media Facebook yang kini sedang diganderungi karena terdapat fitur FB Pro di dalamnya terdapat monetisasi konten (MK) lewat beragam karya konten kreatif.
Seperti reels atau video pendek, in-stream atau video panjang, picture atau foto dan teks.
’’Tujuan utamanya untuk mengalihkan para pemuda ini dari kebiasaan konsumtif dalam menggunakan sosial media. Dengan mengarahkan mereka menjadi produktif melalui konten-konten yang bisa menghasilkan uang. Sehingga para pemuda nantinya bisa mandiri secara finansial,’’ ungkap Ketua Panitia Workshop Ahmad Yafi, kemarin (17/5).
Di workshop nanti, tiga praktisi media sosial dihadirkan secara langsung. Masing-masing konten kreator Facebook Moch. Chariris, Youtubers Eko Misdiyantoro, dan owner Voaleed Brand Imam Fathoni.
Ketiganya akan memberikan materi pelatihan dengan praktik membuat video reels Facebook hingga bisa dimonetisasi dan menghasilkan dolar.
”Setidaknya ada sekitar 140 peserta dari berbagai kalangan bakal ikut serta dalam workshop kali ini,” imbuh Yafi.
Meliputi, generasi milenial, anggota remas Al Fattah dan remas masjid lain, pelajar SMA/SMK, paguyuban pedagang Kauman dan Benteng Pancasila, serta karang taruna dari berbagai kelurahan.
’’Selain remaja masjid, ada juga peserta dari kalangan umum dan pelajar SMA/SMK pedagang, hingga anggota karang taruna,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Martda Vadetya