Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Momen Perayaan Waisak! Kenali Kepercayaan Populer Reinkarnasi Buddha, Manusia Bisa Reinkarnasi Jadi Hantu?

Eki Septian Tri Wulansari • Senin, 12 Mei 2025 | 22:41 WIB

Momen Perayaan Waisak! Kenali Kepercayaan Populer Reinkarnasi Buddha, Manusia Bisa Reinkarnasi Jadi Hantu?
Momen Perayaan Waisak! Kenali Kepercayaan Populer Reinkarnasi Buddha, Manusia Bisa Reinkarnasi Jadi Hantu?

RADAR MOJOKERTO - Perayaan Waisak tahun 2025 jatuh pada hari Senin, 12 Mei 2025. Waisak merupakan perayaan yang sangat ditunggu-tunggu bagi umat Buddha. Saat momen ini, seluruh umat Buddha memperingati tiga peristiwa penting yaitu kelahiran, pencerahan, dan kematian.

Perayaan tiga momen penting dalam perayaan Waisak menandai bahwa ajaran Buddha berkaitan erat dengan siklus kehidupan. Menurut beberapa sumber mengatakan bahwa dalam ajaran Buddha menekankan pentingnya aturan moral (bagi diri sendiri dan orang lain), karma (hukum sebab-akibat), dan nirvana (pencapaian kebebasan tertinggi dari penderitaan).

Salah satu yang tak kalah menarik dari ajaran Buddha adalah tentang reinkarnasi atau kelahiran kembali. Reinkarnasi sendiri adalah bagian dari samsara atau siklus kehidupan yang terus berulang hingga manusia mencapai kebebasan tertinggi atau nirvana atau moksa.

Dilansir dari kanal Youtube RJL 5 - Fajar Aditya, Bhante Buddha menjelaskan lebih detail dan menarik terkait reinkarnasi dalam kehidupan manusia.

“reinkarnasi itu kelahiran kembali tapi tidak selalu menjadi manusia,” ujar Bhante Buddha.

Masih dalam kesempatan yang sama, Bhante Buddha menjelaskan tentang reinkarnasi dalam bentuk lain, bisa jadi dengan apa yang disebut sebagai ‘hantu’.

Bhante menyebutkan bahwa reinkarnasi berbentuk ‘hantu’ dalam ajaran Buddhisme dikatakan sebagai alam peta atau alam gaib/setan.

 

Baca Juga: Bus Persik Kediri Dilempar Batu Usai Pertandingan Melawan Arema! Tragedi Kanjuruhan Terjadi Lagi?

 

“manusia bisa reinkarnasi jadi hantu. Bisa jadi hantu dalam beberapa hari atau tahun, tapi selanjutnya bisa ke surga atau ke alam dewa, bisa juga jadi binatang, tergantung pada amalannya.” tuturnya.

Menurut kepercayaan Buddhisme, bentuk reinkarnasi atau kelahiran kembali bisa dimulai sesaat sebelum seseorang meninggal. Mengapa begitu? Dalam fase tersebut, pikiran baik dan buruk diketahui bisa menentukan nantinya seseorang tersebut akan terlahir menjadi apa di kehidupan selanjutnya.

Reinkarnasi diketahui bisa terjadi akibat adanya keterikatan atau sesuatu hal yang belum tercapai. Termasuk ketika seseorang bereinkarnasi menjadi ‘hantu gentayangan’.

Dalam kondisi tersebut, Bhante menjelaskan bahwa seseorang yang bereinkarnasi menjadi hantu gentayangan sebenarnya adalah bentuk permintaan tolong agar hantu tersebut bisa reinkarnasi ke alam yang lebih berbahagia (mencapai moksa dan nirvana).

Satu hal yang dapat dilakukan dalam upaya pembebasan diri dari reinkarnasi adalah dengan melakukan pelimpahan jasa dari keluarga atau orang terdekat.

Jika seseorang berada dalam alam peta, hanya doa dan kebajikan dari orang yang masih hiduplah yang dapat menolongnya untuk bisa reinkarnasi ke alam yang lebih bahagia.

 

 

Pencapaian moksa atau terhentinya reinkarnasi dikategorikan menjadi dua yaitu dimana jasmani dan rohani tidak ada atau tidak diketemukan seperti yang terjadi pada Gajah Mada. Kedua, apabila jasmani ada namun rohani tidak ada atau tidak mengalami reinkarnasi.

Beberapa sumber lain menyebut bahwa proses reinkarnasi adalah bagian dari karma atas perbuatan seseorang atau keterikatannya sehingga rohaninya masih terjebak dalam bentuk lain. Proses reinkarnasi akan selesai jika seseorang telah mencapai kebahagiaan tertinggi atau pembebasan dari penderitaannya.

Editor : Imron Arlado
#Bhante Buddha #perayaan waisak #moksa #reinkarnasi #alam peta #dewa #hantu