Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menelusuri Jejak Hidup Robert Francis Prevost dari Chicago hingga Terpilih sebagai Paus Leo XIV di Tahta Suci Vatikan

Imron Arlado • Sabtu, 10 Mei 2025 | 01:55 WIB
Menelusuri Jejak Hidup Robert Francis Prevost dari Chicago Hingga Terpilih sebagai Paus Leo  XVI  di Tahta Suci Vatikan.
Menelusuri Jejak Hidup Robert Francis Prevost dari Chicago Hingga Terpilih sebagai Paus Leo XVI di Tahta Suci Vatikan.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Dunia menyambut pemimpin baru Gereja Katolik, Paus Leo XVI, yang terpilih melalui konklaf pada Rabu (8/5/2025).

Sosok di balik kepausan ini adalah Robert Francis Prevost, seorang cardinal asal Amerika Serikat yang menempuh perjalanan panjang lintas negara dan budaya sebelum akhirnya dipercaya menggantikan Paus Fransiskus.

 

Lahir di Chicago, Tumbuh dalam Keluarga Multikultural

Robert Francis Prevost lahir pada 14 September 1955 di Chicago, Illinois, dari keluarga berdarah Prancis, Italia, dan Spanyol.

Leo memulai pendidikannya di Seminari Minor Augustinian sebelum melanjutkan studi matematika dan filsafat di Universitas Villanova. Ia kemudian menempuh pendidikan teologi di Catholic Theological Union, Chicago, dan berhasil meraih gelar Master of Divinity.

Landasan akademiknya semakin kuat dengan gelar Lisensiat serta Doktor Hukum Kanonik yang diperolehnya dari Universitas Kepausan Santo Tomas Aquinas di Roma.

 

Baca Juga: Konsumsi Minuman Ini sebelum Tidur Bikin Tubuh Lebih Rileks dan Tidur Makin Nyenyak. Kok Bisa?

 

Menjadi Misionaris dan Warga Negara Peru

Tahun 1985 menjadi titik balik ketika Leo XIV dikirim sebagai misionaris ke Chiclayo, Peru. Di tengah masyarakat yang penuh tantangan sosial dan ekonomi, ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan dekat dengan umat.

Pelayanannya selama puluhan tahun membuahkan kepercayaan mendalam dari komunitas lokal hingga akhirnya ia mengambil kewarganegaraan Peru pada 2015.

 

Bersama masyarakat setempat, ia aktif membantu dalam penanganan bencana alam serta pandemi COVID-19. Warga bahkan menjulukinya sebagai “Santo dari Utara” karena ketulusan dan kedekatannya yang tidak berjarak.

 

Memimpin Ordo dan Gereja dengan Gaya Inklusif

Prevost bukan hanya dikenal di tingkat lokal. Ia sempat menjabat sebagai Prior Jenderal Ordo Santo Agustinus selama dua periode, yakni dari 2001 hingga 2013. Sepak terjangnya sebagai pemimpin ordo memperkuat reputasinya sebagai pemersatu dan pembaru.

Pada 2015, ia diangkat menjadi Uskup Chiclayo. Gaya kepemimpinannya yang inklusif, humoris, dan tegas membuatnya dihormati di kalangan Gereja Peru. Ia tak ragu mendekati umat dari berbagai latar belakang, termasuk kelompok marginal dan minoritas.

 

Baca Juga: Mengapa Kebanyakan Orang Lebih Memilih Tidur dalam Keadaan Gelap, Kenapa?

 

Masuk Lingkaran Inti Vatikan

Karirnya semakin menanjak setelah diangkat oleh Paus Fransiskus pada tahun 2023 sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup dan Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin.

Di tahun yang sama, ia juga diangkat menjadi Kardinal, dan tak lama kemudian menjadi Kardinal Uskup Albano — salah satu dari tujuh keuskupan suburbikaria di sekitar Roma.

Peran tersebut menempatkannya dalam posisi strategis dalam menentukan arah Gereja Katolik secara global. Tak heran, namanya masuk dalam daftar calon kuat saat konklaf digelar pasca wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025.

 

Terpilih sebagai Paus Pertama dari Amerika Serikat

Pada 8 Mei 2025, Robert Francis Prevost terpilih sebagai Paus dan memilih nama Leo XIV. Ini menjadikannya Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat sekaligus Ordo Santo Agustinus.

Nama”Leo” dipilih sebagai penghormatan kepada Paus Leo XIII, pemimpin gereja yang dikenal melalui ensiklik Rerum Novarum.

 

Baca Juga: Mengapa Kebanyakan Orang Lebih Memilih Tidur dalam Keadaan Gelap, Kenapa?

 

Dalam pidato perdananya, Paus Leo XIV menyampaikan pesan perdamaian, solidaritas antarbangsa, perhatian terhadap perubahan iklim, serta pentingnya dialog lintas iman. 

Perjalanan Rohani Paus Leo XIV mencerminkan dedikasi mendalam terhadap ajaran Gereja Katolik, yang diperkuat oleh pengalaman misioner dan rekam jejak kepemimpinan global.

Kiprahnya di Amerika Latin, khususnya Peru, membentuk perspektif khas yang memengaruhi pendekatannya sebagai pemimpin tertinggi Gereja.

 

Baca Juga: Mengapa Kebanyakan Orang Lebih Memilih Tidur dalam Keadaan Gelap, Kenapa?

 

Dengan latar belakang yang kaya serta komitmen kuat terhadap keadilan sosial, Leo XIV dinilai siap membawa Gereja ke arah yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan umat. NESTYA

 

 

Editor : Imron Arlado
#Paus Leo XIV #Ordo Santo Agustinus #santo dari utara #uskup Chiclayo #amerika latin #paus fransiskus #gereja katolik #amerika serikat #pemimpin baru gereja katolik #Robert Francis Prevost #Paus Leo XIII