JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Dari kesuksesan film Jumbo di layar kaca, menjadi motivasi bagi para industri animasi untuk berkarya lebih tinggi.
Dengan jumlah lebih dari 7 juta penonton dalam waktu sebulan, kini film Jumbo tercatat sebagai film animasi paling laris di Indonesia.
Antusiasme penonton terhadap film Jumbo menjadi suntikan semangat bagi para pelaku industri animasi. Salah satu produksi animasi yang terinspirasi dengan film Jumbo yakni rumah produksi MD Animation.
MD Animation merupakan rumah produksi dari salah satu serial animasi Adit dan Sopo Jarwo. Terbakar semangat dari film Jumbo, MD Animation telah mengumumkan bahwasannya Adit dan Sopo Jarwo akan diangkat ke layar lebar.
Hingga saat ini pihak MD Animation belum mengumumkan kapan film ini akan rilis. Namun, saat ini proses produksi telah berjalan dengan semangat tinggi dari tim kreatif.
Bagi para penggemar yang sudah tak sabar ingin menyaksikan film tersebut, diharapkan bersabar dan selalu mengikuti informasi terbaru melalui akun instagram resmi @aditsopojarwo_md.
Ini menjadi debut pertamanya sebagai film layar lebar yang ditayangkan secara eksklusif di bioskop, setelah sebelumnya muncul dalam bentuk serial televisi dan sempat dirilis sebagai film streaming di Disney+ pada tahun 2021.
Serial Adit Sopo Jarwo ini sudah menjadi serial animasi legendaris. Teringat serial tersebut telah tayang sejak lama di televisi dengan menghadirkan cerita yang keseharian yang memiliki nilai moral, budaya lokal, serta menyampaikan pesan edukatif melalui serial tersebut.
Karakter-karakternya yang ikonik telah tertanam kuat dalam ingatan penonton Indonesia, menjadikan serial ini sebagai salah satu karya animasi lokal yang paling berpengaruh.
Lewat produksi film layar lebar ini, Adit Sopo Jarwo diharapkan tak hanya meraih kesuksesan secara komersial, tetapi juga mampu memperkuat eksistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas animasi buatan dalam negeri.
Dengan langkah awal ini menjadi salah satu bukti bahwa para animator Indonesia telah siap untuk menghadirkan karya mereka lebih luas lagi dengan karya sinema yang mampu mencantumkan nilai budaya dan estetika tersendiri.AINI
Editor : Imron Arlado