Jawa Pos Radar Mojokerto - Stalking tidak hanya dimaknai dengan kegiatan memata-matai seseorang secara diam-diam di luar rumah. Tetapi kegiatan menjelajahi kegiatan seseorang melalui sosmed pribadinya secara terus-menerus juga dapat disebut sebagai stalking.
Salah satunya yaitu stalking akun sosial media mantan pacar. Tak jarang orang-orang yang baru saja mengalami putus hubungan dengan sang pacar, maka kegiatan selanjutnya yang bisa dilakukan demi mendapat secercah kabar dari mantan yaitu dengan stalking akun sosial medianya.
Sayangnya, terkadang tidak hanya berhenti dengan stalking akun sang mantan, tetapi juga sebagian orang akan menyelami seluruh kegiatan sang mantan melalui akun teman-temannya yang lain.
Bukan semakin cepat move on yang didapat, justru tumpukan emosi negatif yang berujung gangguan psikologis yang menggerogotinya.
Faktanya, terlalu sering stalking medsos mantan pacar justru akan menambah emosi yang bisa menyebabkan stres dan memengaruhi kesehatan mental.
Dampak Stalking Mantan Terus-Menerus
Bukannya puas dengan kabar-kabar terbaru mengenai mantan pacar yang didapatkan melalui keintensifan stalking akun pribadinya, justru kemaniakan tindakan tersebut akan secara sukarela membawa dampak buruk pada kondisi psikologis sebagai berikut ini.
1. Berpotensi Gagal Move On
Jika di awal putus hubungan telah meniatkan diri untuk mempercepat fase move on dari mantan, maka tindakan stalking akun sosmednya secara intens adalah pilihan tindakan yang salah besar.
Baca Juga: Mengapa Move On dari Mantan Terasa Sulit Dilakukan dengan Cepat? Begini Penjelasannya secara Ilmiah
Kebiasaan stalking yang dilakukan secara intens itu akan membawamu pada potensi gagal move on, akan jauh lebih membahayakan apabila di tengah keintensifan stalking akun pribadinya, justru yang ditemukan hanyalah fakta bahwa sang mantan telah memiliki pacar baru.
Bukan buah manis seperti kabar mantan yang juga menggalau karenamu, melainkan fakta pahit yang harus ditelan bersama dengan kondisi emosional yang semakin terganggu.
Hal tersebut divalidasi oleh penelitian yang dilakukan oleh Tarra C. Marshall dari Brunei University. Menurut hasil penelitian Marshall, kegiatan stalking pada mantan pacar akan berdampak pada meningkatnya emosi negatif seperti marah, kecewa, bingung, dan benci sehingga seseorang akan sulit mengembangkan diri.
2. Emosi Tidak Stabil
Semakin menuruti diri untuk mencoba terus-menerus mengetahui kabar sang mantan melalui stalking akun pribadinya akan berdampak ketidakstabilan emosi bagi sebagian orang. Hal tersebut dikarenakan efek dari melihat mantan meskipun secara virtual akan berdampak pada pemulihan emosi yang akan melambat pascaputus hubungan.
Dari yang awalnya emosi tidak stabil, lama-kelamaan hal tersebut akan berisiko alami depresi. Apalagi jika setiap bertambah hari yang kamu temukan adalah fakta bahwa sang mantan move on duluan. Rasa kecewa yang kamu alami itu akan meningkatkan stres dan rentan depresi.
3. Membuat Rendah Diri
Terdapat dua kemungkinan apabila kamu memilih jalan untuk aktif stalking akun sosial media mantan. Pertama adalah sang mantan juga merasa galau, atau sebaliknya. Kehidupan sang mantan tetap berjalan normal atau lebih bahagia pascaputus hubungan denganmu.
Jika hal itu terjadi, tidak menutup kemungkinan kamu akan akan merasa rendah diri karena merasa hanya satu pihak saja yang merasa sedih atas putusnya hubungan yang telah dijalin beberapa waktu sebelumnya itu.
Belum lagi apabila sang mantan akan aktif mengunggah pacar barunya melalui sosmed yang setiap hari kamu stalking itu. Hal itu akan membawamu untuk membandingkan dirimu sendiri dengan pacar barunya yang dapat berdampak pada hilangnya jati dirimu selama ini.
Setelah mengetahui betapa buruknya kegiatan stalking mantan jika dilakukan secara terus-menerus ini, maka tindakan tersebut tidak sebaiknya dilakukan jika tujuan utama setelah putus hubungan adalah segera move on.
Editor : Imron Arlado