Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Penuh Makna, Intip 5 Fakta Seputar Hari Buruh Internasional yang Patut Diketahui

Imron Arlado • Jumat, 2 Mei 2025 | 01:38 WIB
Penuh Makna, Intip 5 Fakta Seputar Hari Buruh Internasional yang Patut di ketahui
Penuh Makna, Intip 5 Fakta Seputar Hari Buruh Internasional yang Patut di ketahui

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setiap 1 Mei, diperingati sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day menjadi salah satu hari libur nasional. Hal tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pekerja dalam meraih hak-hak mereka.

Di balik bermacam  aksi demonstrasi, orasi, sampai unjuk rasa yang identik dengan peringatan ini, tersimpan sejarah panjang perjuangan para pekerja untuk memperoleh hak dan keadilan dan fakta-fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui oleh publik.

Walaupun sudah menjadi momen tahunan di banyak Negara, masih banyak yang belum mengerti makna, asal usul, dan isu-isu penting yang melatarbelakanginya.

Berangkat dari akar sejarah yang mulai sejak di abad ke-19 sampai cara-cara unik masyarakat dunia dalam memperingati, Hari Buruh menyimpan banyak cerita bersejarah yang patut untuk diketahui.

Berikut ini lima fakta menarik terkait Hari Buruh Internasional yang perlu kita ketahui:

Fakta Hari Buruh Internasional

  1.     Bermula dari Aksi Buruh di Amerika Serikat pada 1886

Hari Buruh Internasional mempunyai akar sejarah yang kuat.peringatan ini pertama kali disebabkan oleh aksi besar-besaran para buruh di Chicago, Amerika Serikat, pada 1 Mei 1886. Ribuan pekerja turun ke jalan meminta pemberlakuan jam kerja secara manusiawi, yakni delapan jam setiap hari.

Namun, aksi tersebut malah berubah menjadi tragedi yang disebut dengan Haymarket Affair, saat terjadi bentrokan yang menewaskan sejumlah orang.

Walau begitu, kejadian tersebut menjadi tonggak perjuangan pekerja di seluruh dunia serta mengesahkan 1 Mei sebagai simbol perjuangan buruh.

  1.     Tidak Selalu Identik dengan Demokrasi

Meskipun kerap dikaitkan dengan unjuk rasa serta tuntutan hak buruh, peringatan Hari Buruh di sejumlah Negara malah berlangsung dalam suasana meriah. Banyak yang memperingati dengan festival, konser musik, sampai melakukan aktivitas bersama keluarga.

Seperti, di Jerman, Hari Buruh diperingati dengan parade budaya serta pesta rakyat. Sedangkan di Finlandia, perayaan Vappu sebutan lokal untuk Hari Buruh, perayaan yang dilakukan memakai topi kelulusan serta menggelar piknik besar-besaran di ruang umum.

 

  1.     Lebih dari 80 Negara Memperingati

Anehnya, walaupun bermula dari Amerika Serikat, Hari Buruh Internasional malah tidak dijadikan hari libur nasional di Negara asalnya.

Sedangkan, lebih dari 80 negara di dunia, termasuk Indonesia, menjadikan 1 Mei sebagai hari libur resmi guna menghormati perjuangan para buruh.

Terdapat Negara-negara seperti Perancis, Italia, Brasil, serta India memperingati Hari Buruh dengan berbagai kegiatan yang merefleksikan kebersamaan pekerja.

  1.     Di Indonesia Hari Buruh Resmi Libur Nasional Semenjak 2013

Di Indonesia, peringatan Hari Buruh pertama kali dilaksanakan pada tahun 1920, sudah berjalan sejak masa kolonial Hindia Belanda. Tetapi, pada era Orde Baru, peringatan ini dilarang dan baru disetujui kembali setelah reformasi.

Pada tahun 2013, di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), 1 Mei secara resmi diputuskan sebagai hari libur nasional, sebagai wujud penghargaan terhadap perjuangan para buruh  di Tanah Air.

  1.     Simbol dari Perjuangan Hak-hak para Pekerja

Hari Buruh adalah hari libur, sekaligus lambang perjuangan untuk hak-hak pekerja, termasuk jam kerja yang layak, gaji yang layak, serta keadaan kerja yang aman.

 

Peringatan ini pun menjadi kesempatan baik untuk menyoroti isu-isu ketenagakerjaan yang masih relevan sampai saat ini, seperti pekerja kontrak, outsourcing, serta perlindungan sosial. ADINDA

 

Editor : Imron Arlado
#orde baru #reformasi #perlindungan sosial #hari buruh internasional #pekerja kontrak #hak-hak #libur nasional #outsourcing #fakta-fakta menarik #indonesia #sejarah panjang #may day #amerika serikat #jam kerja #1 mei #perjuangan pekerja #asal usul