Jawa Pos Radar Mojokerto - Peringatan Hari Buruh pada 2025 ini jatuh di hari Kamis, 1 Mei. Bagi sebagian orang yang bisa mengambil jatah cuti pada hari Jumatnya, maka perayaan May Day kali ini akan menjadi long weekend baginya.
Tidak hanya dirayakan di Indonesia saja, peringatan Hari Buruh ini diperingati oleh masyarakat global. Indonesia pun baru bisa bergabung memperingati Hari Buruh pada satu tahun setelah menyatakan kemerdekaan dari penjajah saat itu.
Menelisik kembali pada sejarah ditetapkannya tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional. Dulu pada abad ke-19 para buruh di dunia dipaksa untuk bekerja selama 16 jam secara tidak manusiawi.
Kejadian buruk yang dialami para buruh saat itu telah terjadi bertahun-tahun sampai akhirnya timbul aksi mogok massal oleh para pekerja di seluruh Amerika, tepatnya pada 1 Mei 1886.
Itulah titik balik dari lahirnya gerakan buruh internasional yang setiap tahun diperingati agar dapat menjadi bahan refleksi diri.
Untuk melengkapi momen refleksi diri itu, adapun 16 rekomendasi film yang cocok ditonton saat peringatan Hari Buruh. Di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Enola Holmes 2 (2022)
“Enola Holmes 2” adalah sekuel dari film pertamanya, Enola Holmes 1. Meskipun keduanya masih sama-sama menceritakan kehidupan seorang detektif, namun di sekuelnya itu telah ditambahkan isu perjuangan hak buruh perempuan di era Victoria.
2. Norma Rae (1979)
Berlatar tempat di kota kecil North Carolina, film ini menceritakan kisah seorang buruh pabrik yang ikut andil di kegiatan serikat buruh di pabrik tekstil, kegiatan itu untuk menyuarakan hak kesehatannya selama bekerja dalam perusahaan.
3. Bread and Roses (2000)
Film yang mengisahkan perjuangan para pekerja kebersihan di Los Angeles yang berusaha menyoroti isu hak-hak buruh yang tidak layak, termasuk pembagian upah gaji dan lingkungan kerja yang tidak humanis.
4. 9 to 5 (1980)
Terdapat 3 wanita yang bekerja dengan kurun waktu 9 to 5 (nine to five). Istilah nine to five merepresentasikan jam kerja di perkantoran yang mulai dari jam 09.00 hingga 17.00.
Dalam film ini tiga wanita pekerja itu memiliki keinginan untuk mengubah dinamika kekuasaan di tempat kerjanya. Mereka melakukan itu untuk balas dendam atas perlakuan buruk dari atasannya.
5. Salt of the Earth (1954)
Pada film ini, penonton dapat melihat gambaran perjuangan perempuan melakukan aksi perlawanan ketidakadilan yang dirasakan mereka saat bekerja di tambang New Mexico.
6. North Country (2005)
Based on true story (berasal dari kisah nyata), film “North Country” mengambil kisah sekelompok pekerja tambang perempuan di Minnesota yang memperjuangkan hak dan martabatnya sebagai perempuan karena mereka sering mendapat pelecehan dan diskriminasi di tempat kerja.
7. Made in Dagenham (2010)
Kembali lagi dengan perjuangan pekerja wanita. Kali ini adalah pekerja wanita yang bekerja di pabrik mobil Ford di Dagenham, Inggris. Atas ketidakadilan pada jumlah upah gaji wanita dengan gaji pekerja laki-laki, mereka akhirnya menuntut kesettaraan dengan lakukan aksi mogok kerja sebagai aksi perlawanan.
8. Parasite (2019)
Beralih pada film garapan warga Korea Selatan yang berjudul “Parasite” ini juga ternyata mengangkat isu di tempat kerja. Pada film ini, penonton akan melihat rombongan keluarga miskin yang menipu majikannya untuk mempekerjakan seluruh keluarganya.
Tak tanggung-tanggung, dengan mengangkat isu tersebut, film “parasite” ini berhasil membawa pulang 4 piala di acara bergengsi, Oscar.
9. Atlantics (2019)
Film ini mengangkat cerita seorang pekerja pria di bidang konstruksi. Pria tersebut mendapat tugas untuk membangun menara futuristik di pantai Samudera Atlantik. Sayangnya, pria tersebut sedang berjuang memperoleh upah gajinya yang telah berbulan-bulan mogok dibayarkan padanya.
10. Support the Girls (2018)
“Support the Girls” adalah film tentang perjuangan perempuan yang bekerja sebagai manajer umum di sebuah bar olahraga. Namun, untuk mengumpulkan pundi-pundi uang untuk tambal kebutuhan lainnya, perempuan itu juga memilih menjadi pencuci mobil.
11. Suffragette (2015)
Memiliki latar waktu pada 1912 dan bertempat di Inggris. Film ini memperlihatkan kondisi perempuan pada masa itu yang hanya bisa bekerja sebagai penjahit, tukang masak, dan buruh cuci. Oleh karenanya, perempuan pada masa itu lakukan perlawanan untuk keseterahan.
12. 12 Years a Slave
Melalui film “12 Years a Slave” ini, penonton akan melihat bagaimana orang kulit hitam diculik dan dijadikan budak yang mengurus perkebunan di negara bagian Louisiana. Pria berkulit hitam itu bernama Solomon Northup.
13. Machines
Jika biasanya pabrik-pabrik besar akan menggunakan mesin sebagai alat bantu pekerjaan agar lebih cepat, maka pada film ini akan berbanding terbalik. Pekerja pabrik tekstil, Gujarat , India harus alami kenyataan buruk seperti mereka yang harus bekerja dengan jam kerja yang panjang.
14. Matewan (1987)
“Matewan”, salah satu film asal Amerika Serikat yang disutradarai oleh John Sayles. Seolah mengulang kembali aksi mogok para pekerja pada abad ke-19, film ini mencoba menampilkan adegan pemogokan pekerja penambang batu di Matewan sebagai simbol perlawanan.
Editor : Imron Arlado