Jawa Pos Radar Mojokerto - Peringatan Hari Buku Sedunia pada 23 April 2025 ini adalah perayaan yang ke 30 kalinya.
Dengan kurun waktu yang sudah lama itu menandakan bahwa sudah sejak lama dunia menaruh penghormatan pada sastra.
Sebagaimana kelahiran sastra telah terjadi sejak berabad-abad lalu yang membawa perkembangan ilmu hingga sekarang ini.
Di peringatan Hari Buku Sedunia ini sudah saatnya memiliki kesadaran untuk mengetahui sejarah di baliknya penentuan tanggal 23 April sebagai hari momentumnya.
Oleh karenanya, artikel ini akan memberikan fakta-fakta menarik dari sejarah penentuan tanggal Hari Buku Sedunia.
23 April telah ditetapkan sebagai hari buku sedunia sejak 30 tahun lalu. Peringatan tersebut diinisiasi oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO di tahun 1995.
Melansir dari The Bristorian, tanggal 23 April dipilih sebagai momentum Hari Buku Sedunia lantaran untuk menghormati penulis-penulis paling berpengaruh di abad 16 dan 17, yaitu William Shakespeare dan Miguel de Cervantes.
Sebelum akhirnya menjadi keputusan final, terdapat dua opsi tanggal yang diusulkan oleh Vicente Clavel Andreas, salah seorang penulis Valencia.
Vicente menginginkan penetapan Hari Buku Sedunia ini sekaligus hanya untuk menghormati penulis Miguel de Cervantes.
Ia pun memberikan dua pilihan yang berkaitan dengan penulis Don Quixote de la Mancha itu, yaitu tanggal kelahiran atau tanggal kematiannya.
Diketahui bahwa novelis asal Spanyol tersebut lahir pada 29 September 1547, sedangkan tanggal kematiannya adalah 22 April 1616.
Namun, ternyata selang sehari dari kematian Miguel, dua penulis legendaris lainnya juga meninggal dunia, yaitu William Shakespeare dan Leo Tolstoy.
Baca Juga: BMKG Sebut Pusat Gempa Sukabumi Berada Di Laut. Inilah 12 Wilayah yang Terdampak
Oleh karenanya, tanggal 23 April akhirnya dipilih sebagai Hari Buku Sedunia untuk menghormati penulis-penulis berpengaruh pada zamannya itu.
Peringatan Hari Buku Sedunia ini biasanya akan dirayakan oleh lebih dari 100 neggara di dunia.
Setiap tahunnya juga akan dipilih negara yang berbeda untuk dijadikan sebagai “Ibu Kota Buku Dunia”
Negara yang terpilih itu akan bertanggung jawab untuk mengadakan berbagai kegiatan selama satu tahun yang berkaitan dengan meningkatkan daya baca manusia.
Pada tahun ini, UNESCO telah memilih Brasil sebagai Ibu Kota Buku Dunia 2025. Negara tersebut akan menyusun strategi untuk melaksanakan proyek yang fokus terhadap peran buku pada perubahan sosial.
Sejalan dengan tujuan dari diperingatinya Hari Buku Sedunia setiap tahunnya, yaitu untuk mengiklankan daya baca sehingga dapat merangkul banyak orang agar memiliki rasa kesenangan dan manfaat dari sastra.