Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Inilah 4 Rekomendasi Novel Tentang Sejarah Kelam Indonesia yang Wajib Dibaca!

Imron Arlado • Senin, 21 April 2025 | 19:34 WIB
Inilah 4 Rekomendasi Novel Tentang Sejarah Kelam Indonesia,  yang Wajib Dibaca
Inilah 4 Rekomendasi Novel Tentang Sejarah Kelam Indonesia, yang Wajib Dibaca

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – kita dapat mengetahui dan mempelajari sejarah dengan menyenangkan, salah satunya dengan membaca novel.

baik atau buruknya sejarah sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup yang bisa menjadi pembelajaran agar menatap masa depan. Dengan begitu, sejarah menjadi hal yang amat penting untuk kita agar tidak melakukan kesalahan yang berulang.

Sebab mengetahui kisah masa lalu juga menjadi cara agar kita bisa menghargai jasa para pahlawan.

Melalui novel-novel ini bisa memunculkan rasa ingin tahu Anda terkait kisah kelam perjuangan bangsa Indonesia. lalu, sejumlah novel fiksi ini dapat memberikan Anda gambaran akan suasana politik, adat istiadat, sosial, serta lingkungan yang terjadi pada masa tersebut.

Berikut ini deretan novel yang berlatarkan sejarah Indonesia agar Anda dapat merasakan tegangnya masa itu.

 

  1. Laut Bercerita – Leila S. Chudori

walaupun novel ini fiksi, tetapi Laut Bercerita ini memperlihatkan kepada pembacanya bahwa Negara ini pernah merasakan  masa pemerintahan yang kelam.

Kita semua pasti masih ingat dengan peristiwa yang dirasakan di negeri ini pada tahun 1998 amat menguras emosi. Semangat perjuangan untuk melengserkan Orde Baru terlihat sangat memprihatinkan.

Novel ini berdasarkan kisah dan percakapan nyata para aktivis pra-reformasi. Saat itu usaha aktivis dibatasi suaranya dipaksa untuk bungkam, dan dibasmi sampai habis.

Kisah ini membuka mata para pembaca mengenai fakta-fakta sejarah, tentang hal yang terjadi pada masa tersebut.

Novel ini terbagi menjadi dua bagian serta dua sudut pandang. Mengisahkan sosok Biru Laut, pada bagian pertama memperlihatkan berbagai kepedihan dan kekuatan sebagai aktivis kritis yang tidak takut untuk menyuarakan isu sosial pada periode 1991 hingga 1998.

Lalu, golongannya dianggap berbahaya dan akhirnya mereka ditangkap, pada bagian kedua  berkisah tentang sosok keluarga yang kehilangan saudara, Asmara Jati, diawali dengan tahun 2000 hingga 2007.

 

Baca Juga: Wajib Nonton! Ini Deretan Drakor Jo Bo Ah Sebelum Dear Hongrang Tayang

  1. Entrok – Okky Madasari

Entrok dengan jelas menunjukkan pada masa Orde Baru bagaimana sikap Negara terhadap rakyat kecil. Marni, amat ingin mempunyai entrok atau bra. Pada waktu itu, entrok dapat disebut hanya dipakai oleh orang berada.

Bermula dari keinginan besarnya tersebut, akhirnya Marni banting tulang dan menabung. Tidak disangka, upaya kerasnya membuahkan hasil. Kini kehidupan Marni meningkat serba berkecukupan dan sudah berkeluarga.

Cerita ini dimulai saat Marni yang masih memuja leluhur, bahkan tidak pernah mengenal Tuhan. Berselisih pikiran dengan anaknya, Rahayu yang merupakan generasi yang merasakan bangku sekolah, memiliki akal yang sehat dan pemeluk agama yang taat.

Mereka selama bertahun-tahun hidup dalam perselisihan dalam berpikir, hingga mereka akhirnya menyadari terdapat kesamaan dalam hidup mereka, yakni Ibu dan Anak ini mengalami hal yang serupa yakni menjadi korban dari orang-orang berkuasa, sama-sama melawan senjata.

 

  1. Gadis Kretek- Ratih Kumala

novel ini berlatar waktu dari era penjajahan Belanda sampai kemerdekaan, disini para pembaca akan dibawa berkenalan dengan pertumbuhan industri kretek di Indonesia.

terdapat ketiga pewaris Kretek Djagad Raja yakni Lebas, Karim dan Tegar yang tengah dirundung kegelisahan. Lantaran ayahnya sekarat. Ia mengatakan nama perempuan lain yang bukan istrinya, yakni Jeng Yah, saat penantian ajalnya.

Sebelum ayahnya tiada, Ketiga pewaris tersebut memutuskan untuk menjelajah ke semua penjuru Jawa mencari keberadaan Jeng Yah. Perjalanan tersebut mereka tempuh seperti diibaratkan seperti napak tilas bisnis, dan mengungkap rahasia keluarga. lalu siapakah sebetulnya Jeng Yah ini? Apakah misi pencarian mereka berhasil?.

 

  1. Cantik itu Luka – Eka Kurniawan

Novel ini mengisahkan seorang perempuan cantik hidup di masa kolonial, yang terpaksa harus banting tulang memuaskan nafsu para tentara jepang. Seorang bernama Dewi Ayu keturunan Indo-Belanda ditekan oleh keadaan, dan menjadi seorang tahanan.

Karena hal tersebut, ia akhirnya melahirkan tiga putri yang sangat cantik tetapi tidak tahu siapa ayahnya. Dewi Ayu sangat kesal lantaran anaknya yang sering digoda lelaki.

 

 

Ia berpikir bahwa kecantikan anak-anaknya tersebut suatu saat nanti bakal berdampak buruk juga untuk mereka sendiri.

Ketika mengandung anak keempat, ia berdoa supaya anaknya mempunyai wajah yang buruk atau jelek. anak terakhirnya tersebut ia beri nama Cantik, lalu 12 hari setelahnya ia meninggal dunia.

Mencakup sejumlah masa di Indonesia, kisah dalam novel ini berlatarkan dari penjajahan Belanda,  Jepang, masa kemerdekaan, sampai masa G30S.

Terdapat peristiwa sejarah yang dilihat dari sudut pandang masyarakat kecil. Mengungkap kutukan serta tragedy keluarga di selimuti romansa, kisah hantu, kekejaman politik, mitologi, serta petualangan. ADINDA

Editor : Imron Arlado
#kisah kelam #masa depan #Cantik itu Luka #gadis kretek #fiksi #LEILA S. CHUDORI #ratih kumala #perjuangan bangsa Indonesia #okky madasari #sejarah #Eka Kurniawan #membaca novel #Para Pahlawan #laut bercerita #perjalanan hidup #masa lalu