Belakangan ini, banyak kaum hawa memakai aksesori seperti gelang ditangan, dan kalung di leher dalam jumlah banyak di satu area.
Ya, teknik layering aksesori ini dinilai bisa membuat penampilan seseorang lebih berkarakter.
Teknik fesyen tersebut memadukan beberapa jenis aksesori maupun perhiasan secara bersamaan, sehingga tampak menumpuk banyak.
Teknik yang disebut bagian dari street style ini membuat kesan unik dan stand out bagi sang pemakai. Sehinggga tak heran, belakangan justru dilirik kawula muda dalam berbusana. Baik saat santai maupun acara formal.
”Kalau acara formal seperti acara kantor atau kondangan, mungkin lebih memadukan jam tangan sama gelang saja. Nggak banyak, cukup dua (gelang) saja,” ujar Risma Aryanti, perempuan asal Desa Perning, Kecamatan Jetis.
Menurutnya, layering juga apik diterapkan dengan mengombinasikan beberapa kalung di leher maupun lebih dari satu cincin di satu jari. Meski begitu, jumlah aksesori yang dipakai tetap harus diperhatikan.
Sebab, memakai terlalu banyak aksesori justru bisa membuat penampilan tampak kacau. Terlebih layering diterapkan di beberapa area sekaligus.
”Biasanya fokus di satu area saja, di tangan pakai beberapa gelang, misalnya. Kalau sudah itu, jangan layering cincin atau kalung,” jelas imbuh perempuan 29 tahun ini. Warna maupun bahan aksesori yang berbeda, lanjut Risma, bisa membuat layering tambah apik.
Dengan catatan, warnanya senada dengan busana yang dipakai atau saling berkesinambungan. ”Biasanya kalau jam tangan warna hitam, di-layering pakai gelang emas atau silver. Jadi kelihatan matching,” sebutnya.
Kendati demikian, dia menyarankan memakai gelang dengan aksen cenderung polos. Sehingga saat dikombinasikan dengan aksesori lain bisa tampak cocok satu sama lain.
”Gelang yang dipakai jangan terlalu menonjol, supaya menunjang tampilan jam tangan. Kalau tanpa jam tangan bisa dikombinasikan dengan gelang yang ukurannya berbeda,” terang Risma. (vad/ris)
Editor : Imron Arlado