Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Enam Sungai di Kabupaten Mojokerto Bakal Disasar Normalisasi

Imron Arlado • Minggu, 20 April 2025 | 11:51 WIB
BERGERAK CEPAT: Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto menurunkan alat berat untuk mengeruk sedimen di afvoer Sungai Jombok, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Selasa (15/4).
BERGERAK CEPAT: Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto menurunkan alat berat untuk mengeruk sedimen di afvoer Sungai Jombok, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Selasa (15/4).

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Selain di tiga sungai, normalisasi sebagai langkah efektif mengatasi dan mengurangi risiko banjir juga akan bergulir di beberapa desa dan kecamatan. Tercatat, enam sungai dan saluran irigasi di enam desa dari tiga kecamatan bakal disasar pengerukan sedimen oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto.

Terdiri dari empat afvoer Sungai Sadar di Desa Pekuwon, Desa Mojotamping, Desa Salen, dan Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal. Lalu sungai di Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, serta drainase di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan.

Sejak tahun kemarin, keenam sungai tersebut diusulkan untuk dinormalisasi, karena kerap sudah tak mampu lagi menampung tingginya debit air. Terutama saat curah hujan tinggi yang mengakibatkan debit air meluap hingga mengakibatkan banjir di pemukiman warga.

 

 

’’Berdasarkan usulan dari desa-desa dan juga kondisi sungai yang sudah darurat, sehingga ancaman bisa berdampak luas ke permukiman warga,’’ ungkap Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rois Arif Budiman.

Selain keenam sungai, DPUPR juga mengupayakan pengembalian fungsi sungai di beberapa daerah lain berdasarkan usulan yang masuk. Dengan pertimbangan kondisi dan tingkat kedaruratan sungai serta dampak banjir yang ditimbulkan. Sehingga risiko banjir yang dirasakan warga bisa berkurang signifikan. ’’Menunggu usulan dari desa-desa secara bertahap dan ditambah kondisi kedaruratan yang mungkin bisa bertambah,’’ tandasnya.

 

 

DPUPR sendiri mengalokasikan pengerjaan normalisasi tahun ini sepanjang 20 kilometer sungai selama setahun ke depan. Khususnya di daerah-daerah yang selama ini menjadi langganan banjir saat musim penghujan. Bahkan, tiga afvoer sungai yang kerap meluap telah dikerjakan sejak Februari lalu. Yakni, afvoer Sungai Jombok di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko sepanjang 5 kilometer.

 

 

Sungai di Desa Balongmojo, Kecamatan Puri sepanjang 500 meter, dan drainase di Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari sepanjang 700 meter. ’’Nanti akan kami ukur dulu sebelum pelaksanaan. Bentuknya bisa sungai, afvoer dan saluran irigasi,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

Editor : Imron Arlado
#Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang #kabupaten mojokerto #kecamatan bangsal #Kecamatan Ngoro #pemukiman warga #normalisasi sebagai langkah efektif #curah hujan tinggi #mengurangi risiko banjir #sungai sadar #musim penghujan #saluran irigasi #air meluap #langganan banjir #kecamatan trowulan