JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Nama Hendy Setya Permadi atau lebih dikenal dengan Permadi Arya kembali ramai diperbincangkan publik. Kali ini, ia disebut-sebut telah ditunjuk sebagai komisaris di PT Jasamarga Toll Road Operator (JMTO).
Isu ini mencuat setelah beredarnya poster berisi foto Permadi Arya lengkap dengan logo perusahaan serta kata-kata yang seolah mengkonfirmasi kabar tersebut. Tak butuh waktu lama, poster itu menjadi viral dan memancing berbagai reaksi dari masyarakat.
Melalui akun Instagram resminya, @jasamargatollroadoperator, PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) membantah kabar yang beredar mengenai pengangkatan Permadi Arya sebagai komisaris. Pihak perusahaan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks.
“Halo Sobat JMTO, informasi tersebut tidak benar ya. Sampai saat ini, tidak ada pengangkatan Saudara Permadi Arya sebagai Komisaris PT JMTO” ungkap admin akun instagram melalui kolom komentar.
Permadi Arya sendiri dikenal sebagai figur kontroversial di media sosial, dan kerap kali disebut sebagai buzzer pro pemerintah presiden Joko Widodo. Kehadirannya di ruang publik sering memicu perdebatan, baik karena komentar-komentarnya yang tajam maupun karena pandangannya terhadap isu-isu sosial politik.
Sebelum dikenal sebagai pegiat media sosial, Permadi Arya memiliki pengalaman yang cukup panjang di dunia Profesional. di Ia pernah bekerja di sektor keuangan, perbankan, hingga pertambangan batu bara, antara tahun 1999 hingga 2015. Pengalamannya di berbagai bidang tersebut memberi bekal dalam memahami isu-isu sosial dan ekonomi yang sering ia komentari di ruang publik.
Selama berkiprah di media sosial, Permadi Arya telah beberapa kali tersangkut persoalan hukum. Ia pernah dilaporkan hukum. Ia pernah dilaporkan karena pernyataannya yang dianggap menyinggung agama dan tokoh tertentu.
Salah satunya adalah ketika ia menyebut “Islam agama arogan” dalam sebuah perdebatan daring, serta dugaan ujaran rasis terhadap mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Selain itu, ia juga pernah dipolisikan karena pernyataannya terkait bendera tauhid dan tokoh agama lainnya.
Nama Abu Janda mulai dikenal publik luas saat ia aktif menyuarakan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo menjelang Pilpres 2019. Ia menggunakan akun Twitter @permadiaktivis1 sebagai panggung utama untuk menyampaikan opini dan tanggapannya terhadap isu-isu nasional.
Slogannya, “Melawan Teror dengan Humor”, menjadi ciri khas yang membedakan dirinya dari pegiat media sosial lainnya.
Meski begitu, sikapnya yang blak-blakan dan satir seringkali memicu kontroversi dan kritik tajam dari berbagai berbagai kalangan.
Tidak sedikit yang menganggapnya sebagai buzzer politik, meski ia sendiri menyebutnya sebagai bentuk perjuangan ideologi.
Permadi Arya merupakan sosok yang tidak bisa dilepaskan dari dinamika media sosial Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman profesional yang luas, ia memilih jalur komunikasi publik yang tidak biasa.
Meski sering menimbulkan kontroversi, tidak bisa dipungkiri bahwa kehadirannya telah menjadi bagian dari diskursus media digital dan politik di tanah air. BILLA
Editor : Imron Arlado