JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setelah seminggu merayakan Idul Fitri, masyarakat di beberapa daerah biasanya akan kembali merayakan dengan istilah Hari Raya Ketupat. Tepatnya dilaksanakan pada 8 syawal tahun Hijriah. Hari Raya ketupat menjadi tradisi sebagai simbol penutup Ramadhan dan Lebaran, serta momen untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga dan tetangga
Tradisi ini pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Jawa oleh salah satu Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga. Dalam tradisi ini bukan hanya perayaan ketupat biasa namun, tradisi ini menjadi ajang berbagi makanan, saling mengunjungi, dan menggelar syukuran bersama di kampung halaman.
Makna simbolik Ketupat
Ketupat sendiri memiliki filosofi mendalam. Bungkusnya yang terbuat dari janur (daun kelapa yang muda) melambangkan kesucian dan kesederhanaan. Sementara isi ketupat yang padat menggambarkan isi hati yang kembali bersih setelah sebulan penuh berpuasa dan saling memaafkan.
Anyaman rumit yang menggambarkan kompleksitas kesalahan manusia, kemudian bentuk segi empat memiliki simbol “kiblat papat lima pancer” empat penjuru arah dan satu pusat, yang menunjukkan bahwa kemanapun manusia pergi, akhirnya akan kembali ke Allah SWT. Lalu dengan warna putih beras yang melambangkan kesucian dan kebersihan hati setelah memohon ampun.
Cara Membuat Ketupat
Bahan-bahan:
- Janur (daun kelapa muda)
- Beras
- Air secukupnya
Tips:
- Siapkan daun kelapa muda yang sudah dibentuk ketupat
- Cuci beras hingga bersih kemudian masukkan ke dalam selongsong ketupat sebanyak setengah bagian. Jangan terlalu penuh karena beras akan mengembang saat memasak.
- Gunakan wadah besar untuk memastikan semua bagian ketupat tercelup air
Cara memasak:
- Masukkan nasi ke dalam ketupat satu per satu sesuai dengan takaran yang telah dijelaskan diatas
- Persiapkan panci, tambahkan air dalam jumlah banyak ke dalamnya agar seluruh ketupat tercelup, biarkan hingga mendidih.
- Setelah air mendidih, masukkan ketupat satu per satu ke dalam panci, pastikan semua terendam air, kemudian tutup panci.
- Rebus ketupat ketupat dalam air mendidih selama 4-5 jam.
- Pastikan ketupat terendam air selama proses perebusan agar matang merata. Jika air menyusut tambahkan air
- Setelah matang, angkat ketupat dean gantung di tempat yang sejuk agar air mengalir keluar dari ketupat menjadi padat serta tidak cepat basi
Hari Raya Ketupat bukan hanya sekedar perayaan, melainkan warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat. Di tengah arus modernisasi, tradisi ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kebersamaan dan nilai-nilai leluhur. BILLA
Editor : Imron Arlado