Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hari Raya Ketupat Menjadi Tradisi Unik Usai Lebaran, Berikut Cara Membuat Ketupat yang Lezat

Imron Arlado • Senin, 7 April 2025 | 02:37 WIB
Hari Raya Ketupat Menjadi Tradisi Unik Usai Lebaran, Berikut Cara Membuat Ketupat yang Lezat
Hari Raya Ketupat Menjadi Tradisi Unik Usai Lebaran, Berikut Cara Membuat Ketupat yang Lezat

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setelah seminggu merayakan Idul Fitri, masyarakat di beberapa daerah biasanya akan kembali merayakan dengan istilah Hari Raya Ketupat. Tepatnya dilaksanakan pada 8 syawal tahun Hijriah. Hari Raya ketupat menjadi tradisi sebagai simbol penutup Ramadhan dan Lebaran, serta momen untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga dan tetangga

 

Tradisi ini pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Jawa oleh salah satu Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga. Dalam tradisi ini bukan hanya perayaan ketupat biasa namun, tradisi ini menjadi ajang berbagi makanan, saling mengunjungi, dan menggelar syukuran bersama di kampung halaman.

 

Makna simbolik Ketupat

Ketupat sendiri memiliki filosofi mendalam. Bungkusnya yang terbuat dari janur (daun kelapa yang muda) melambangkan kesucian dan kesederhanaan. Sementara isi ketupat yang padat menggambarkan isi hati yang kembali bersih setelah sebulan penuh berpuasa dan saling memaafkan.

 

 

Anyaman rumit yang menggambarkan kompleksitas kesalahan manusia, kemudian bentuk segi empat memiliki simbol “kiblat papat lima pancer” empat penjuru arah dan satu pusat, yang menunjukkan bahwa kemanapun manusia pergi, akhirnya akan kembali ke Allah SWT. Lalu dengan warna putih beras yang melambangkan kesucian dan kebersihan hati setelah memohon ampun.

 

Cara Membuat Ketupat

Bahan-bahan:

 

Tips:

 

Cara memasak:

Hari Raya Ketupat bukan hanya sekedar perayaan, melainkan warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat. Di tengah arus modernisasi, tradisi ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kebersamaan dan nilai-nilai leluhur. BILLA

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#warisan budaya #Hari Raya Idulfitri #hari raya ketupat #masyarakat jawa #silaturahmi #lebaran #wali songo #kampung halaman