KABUPATEN – Embrio Majapahit Tourism Board (MTB) yang diinisiasi Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) Koordinator Daerah (Korda) Mojokerto Raya ini akhirnya ditelurkan di kantor Jawa Pos Radar Mojokerto, Sabtu (23/3).
Bersama para pegiat wisata dan seni, MTB berkomitmen untuk menggeliatkan ekosistem wisata sejarah Majapahit di Mojokerto Raya.
Sejumlah pelaku wisata, seni, budaya dan sejarah, serta stakeholder terkait dihadirkan dalam sarasehan bertajuk Gerakan Berwisata Majapahit atau Geber Majapahit ini.
Mulai dari pemilik homestay, sanggar seni, hingga perajin patung dan cor kuningan khas Majapahitan.
”Tujuan kita mengampanyekan gerakan berwisata Majapahit ini tentunya untuk memopulerkan wisata Majapahit yang ada di Mojokerto Raya,” ujar anggota KAUJE sekaligus inisiator MTB, Solikin.
Menurutnya, ini merupakan salah satu wujud kepedulian sosial KAUJE Mojokerto Raya pada potensi warisan budaya dan sejarah Kerajaan Majapahit.
Kegiatan ini sekaligus menghubungkan (connecting) seluruh pelaku wisata satu sama lain. Sebagaimana tujuan dan visi MTB untuk menjadi wadah dan mengorganisir pelaku wisata dengan optimal.
”Kampanye ini sebagai langkah awal. Nantinya, supaya para pelancong yang ingin berwisata Majapahitan bisa tahu mau kemana, apa saja yang bisa mereka lakukan selama di Mojokerto. Karena memang potensi peninggalan Kerajaan Majapahit di sini sangat luar biasa sekali,” tandasnya.
Editor : Imron Arlado