Suasana jalan kian mencekam lantaran kendaraan yang disopiri Rian Dwi Laksmana, 25, itu tak mau berhenti setelah menabrak sedikitnya enam mobil dan motor.
Aksi ugal-ugalan sopir asal Dusun Nangger, Desa Regenan, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, tersebut akhirnya terhenti di Jalan Bypass Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Bukan menyerah, namun pikap tanpa muatan ini terlibat adu banteng dengan pikap lain.
Kecelakaan sekitar pukul 21.00 ini terjadi saat Rian melaju zig-zag dari arah utara atau Surabaya.
Dia menyalip truk dari sebelah kiri, lalu banting setir ke kanan hingga menabrak median jalan.
"Kemudian pikap masuk ke jalur lawan," kata Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Ridho Rinaldo Harahap.
Pada saat bersamaan, dari arah selatan atau Jombang, melaju pikap L300 nopol L 8707 AI yang disopiri Achmad Lutfi, 29, asal Desa Kepadangan, Tulangan, Sidoarjo.
Tabrakan adu banteng pun tak terhindarkan. Rian mengalami patah kaki kiri sedangkan bibir Lutfi sobek parah. "Kedua pengemudi dievakuasi ke Rumah Sakit Sido Waras, Bangsal," imbuhnya.
Sebelum mengalami celaka di Mojokerto, Rian sudah menjadi buruan para pengendara di Sidoarjo.
Pemuda itu dilaporkan melakukan tabrak lari terhadap pengendara motor dan mobil sejak di kawasan Juanda. Seorang pejalan kaki bahkan dilaporkan tewas akibat tersambar pikap ngawur ini.
Bukannya berhenti, sopir pikap hitam ini justru terus tancap gas ke arah Mojokerto melewati Terminal Purabaya, Jalan Raya Sepanjang, Taman, Krian, dan Balongbendo.
"Mungkin dia takut dimassa, jadi kabur terus," ujar Dimas Angga Winadi, warga Juanda yang mengejar pikap sampai Mojokerto. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah