KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Pembangunan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dilakukan di pondok pesantren teknologi Alhidayah, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis (6/3). Dapur ini sedianya untuk melayani tiga ribu makan siang gratis untuk santri dan pelajar di wilayah setempat.
Peletakan batu pertama dilakukan Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Bangsa Semarang Letnan Jenderal Purn. Bibit Waluyo bersama Forkopimda Mojokerto.
Terdiri waki bupati Muhammad Rizal Oktavian, Dandim 0815 Letnan Kolonel Inf Rully Noriza, Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto. Termasuk Ketua Yayasan Bina Bangsa Semarang Hadi Pranoto dan pengasuh ponpes Ibu Nyai Hj Jauharoh.
''Pembangunan dapur lapangan ini dalam rangka menyukseskan cita-cita Pak Prabowo mengentaskan kemiskinan dan stunting untuk menghadapi indonesia emas 2045,'' ungkap Letnan Jenderal Purn. Bibit Waluyo, memberi penegasan di lokasi.
Menurutnya, di seluruh Indonesia akan didirikan dapur SPPG seperti itu yang sedianya untuk pemenuhan MBG bagi 8,5 juta siswa. Satu dapur kapasitasnya capai 3.000 siswa.
''Indonesia harus maju, kuat dan anak-anak harus pintar,'' tambah mantan Gubernur Jawa Tengah periode 2008-2013 ini.
Wabup Bupati Mojokerto dr Muhammad Rizal Oktavian, menegaskan pembangunan SPPG ini bagian dari mendukung MBG yang dicanangkan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Untuk merealisasikan ini dicanangkan program quick wins sesuai dengan program percepatan. Yaitu memberika bantuan gizi untuk anak sekolah dan pesantren serta ibu hamil.
''Program ini diharapkan untuk membangun genersi cerdas dan produktif sehingga generasi emas 2045 akan tercapai,'' ungkapnya.
Selain itu, juga mengurangi angka anak putus sekolah hingga bisa menyerap tenaga lokal yang akan dididik untuk memenuhi MBG ini sendiri.
''Prinsipnya di pesanteren ini tepat sasaran dan sesuai dengan kecukupan gizi, dengan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan keberagaman pangan lokal. Saya berharap tidak hanya untuk tiga ribu saja, tetapi pembangunan SPPG ini bisa berdampak pada 15 ribu siswa,'' paparnya.
Sejalan dengan MBG, dalam kepemimpinan Muhammad Albaarraa dan dirinya, Pemkab Mojokerto juga balak geber program 100 hari kerja berupa minum susu gratis di hari Jumat. Gerakan ini bagian dari upaya Pemda mengkampanyekan hidup sehat.
''Minum susu Jumat gratis di sekolah ini diharapkan bisa memperoleh kehidupan sehat secara teratur. Sehingga target indonesia emas 2045 bisa terwujud,'' tandasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah