JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Awan mendung yang menggelayut langit Mojokerto sejak siang turut menghambat proses pengamatan hilal di atap Masjid Agung Darussalam (Madasa) Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat (28/2) petang.
Meski tim observasi bulan tetap menjalankan tugas pengamatan, namun hilal sebagai penentu datangnya 1 Ramadan 1446 Hijriyah tetap tak terlihat oleh para perukyah.
Padahal, sejumlah petugas dari Kemenag Kabupaten dan Kota Mojokerto telah bersiap melakukan observasi hilal sejak sore. Bersama Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LF NU) Kabupaten Mojokerto, 4 teleskop turut disediakan guna membantu proses pengamatan.
Dimulai pukul 17.51, Rukyatul hilal dipimpin Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, Muttakin didampingi Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Mukti Ali.
Selama 11 menit pengamatan, tak satupun dari perukyah mampu melihat munculnya bulan muda tersebut. Mereka mengaku kondisi langit yang tertutup mendung hitam mengganggu pengamatan hilal. Sehingga posisi hilal dengan ketinggian 3 derajat sesuai kriteria MABIMS (forum kerja sama Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) tak mampu diteropong.
’’Hasil dari para perukyah, tidak ada satupun yang bisa menyaksikan hilal muncul. Karena mungkin cuaca yang sangat tidak mendukung. Untuk penentuan 1 ramadan, kami akan mengikuti sidang isbath di Kementerian Agama di Jakarta,’’ ungkap Muttakin.
Dengan hasil tersebut, Hakim Pengadilan Agama Mojokerto, Nuril Huda yang turut menggelar sidang persaksian hilal di lokasi menyatakan hilal tidak terlihat.
Sehingga permohonan rukyatul hilal di Mojokerto tidak bisa dijadikan dasar untuk sidang isbath di Kemenag Jakarta. Mendengar hasil sidang, Muttakin mengaku akan mengikuti prosedur di kemenag pusat dalam menentukan 1 Ramadan.
Yakni berdasarkan hasil rukyatul hilal dari daerah-daerah lain yang memungkinkan melihat hilal. ’’Pada prinsipnya kami hanya mengikuti secara administrasi. Kami akan mengikuti sidang isbath secara nasional di Jakarta,’’ pungkasnya.
Baca Juga: Mandi Besar Sebelum Puasa Ramadhan, Begini Hukum dan Tata Caranya
Jadwal Imsak Wilayah Mojokerto
Kementerian Agama (Kemenag) telah merilis jadwal resmi Imsakiyah Ramadan 1446 Hijriah untuk wilayah Mojokerto dan sekitarnya.
Jadwal ini menjadi panduan penting bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa selama bulan suci Ramadhan.
Berikut jadwal imsakiyah di Mojokerto mulai 1 Ramadhan hingga 30 Ramadha 2025
Berdasarkan jadwal yang dirilis, waktu Imsak di Mojokerto pada 1 Ramadan 1446 H, yang jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, dimulai pukul 04:09 WIB, diikuti dengan waktu Subuh pada pukul 04:19 WIB. Jadwal ini akan terus diperbarui setiap harinya sesuai dengan perhitungan astronomi yang akurat.
Kemenag menegaskan bahwa jadwal ini disusun berdasarkan hasil pengamatan hilal dan perhitungan hisab yang dilakukan oleh para ahli.
Baca Juga: Rekomendasi Drakor Terbaru dengan Berbagai Macam Genre, Cocok untuk Mengisi Kegabutan saat Puasa
Jadwal Imsakiyah ini mencakup waktu Imsak, Subuh, hingga waktu salat lima waktu, sehingga umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih teratur dan khusyuk.
Masyarakat Mojokerto diimbau untuk memanfaatkan jadwal ini sebagai acuan dalam menjalankan ibadah puasa, termasuk sahur dan berbuka.