Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sempat Terkendala Mendung, Kemenag RI Akhirnya Keluarkan Keputusan 1 Ramadhan 2025 Jatuh Pada 1 Maret

Imron Arlado • Sabtu, 1 Maret 2025 | 02:57 WIB
Sidang Isbat 2025 Digelar, Simak Perbedaan Penentuan Hilal NU, Muhammadiyah, dan Persis
Sidang Isbat 2025 Digelar, Simak Perbedaan Penentuan Hilal NU, Muhammadiyah, dan Persis

JPRM - Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan awal Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.

Keputusan ini diumumkan setelah pelaksanaan sidang isbat yang digelar di Kantor Kemenag, Jakarta, pada Jumat, 28 Februari 2025 petang.

Sidang isbat ini melibatkan berbagai pihak, termasuk para ulama, ahli astronomi, dan perwakilan organisasi keagamaan.

 

Photo
Photo

Berdasarkan hasil pemantauan hilal dan perhitungan hisab, posisi hilal telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Pengumuman ini juga telah resmi dikeluarkan Kemenag melalui instagramnya: 1 Syawal 1446 H/2025 M Jatuh pada 1 Maret 2025’’.

Penetapan 1 Ramadhan itu sudah melalui proses sidang isbat yang digelar sejak JUmat (28/2) sore.

 

 

Menteri Agama, M. Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa penetapan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi umat Islam di Indonesia untuk memulai ibadah puasa Ramadan dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

Sebelumnya, pengamatan hilal awal Ramadhan 1446 Hijriah di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta pada Jumat (28/2/2025) malam belum membuahkan hasil.

Cuaca mendung menjadi kendala utama dalam proses rukyatul hilal yang dilakukan oleh tim hisab rukyat.

"Hasil pemantauan kami setelah matahari terbenam pukul 18.12 hingga 18.29 WIB, hilal tidak terlihat karena cuaca mendung. Langit tertutup awan gelap dan pekat, sehingga hilal tidak dapat diamati," ujar Tim Hisab Rukyat Kemenag Jakarta.

Meskipun berdasarkan perhitungan falakiyah, hilal seharusnya sudah berada pada posisi 4 derajat di atas ufuk.

’’Kalau hitungan falakiyah, posisi hilal sudah 4 derajat dan berada di atas ufuk. Namun, karena cuaca tidak mendukung, hilal tetap tidak bisa dilihat," jelas Hipni.

 

 

Ia juga memastikan bahwa alat teleskop yang digunakan untuk pemantauan bekerja dengan baik.

Namun, faktor alam membuat pengamatan gagal dilakukan. Dengan hasil pemantauan ini, laporan dari Kanwil Kemenag Jakarta akan segera disampaikan ke Kementerian Agama pusat.

Selanjutnya, keputusan mengenai awal Ramadhan akan ditentukan melalui sidang isbat yang digelar oleh pemerintah. (-)

 

Editor : Imron Arlado
#1 ramadhan 2025 #awal ramadhan #sidang isbat #kementerian agama #Kemenag RI #mendung #Pemerintah tetapkan awal puasa Ramadhan #awal puasa