JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Media sosial sedang dihebohkan dengan unggahan warganet yang mengatakan buruknya kualitas pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Subulussalam, Aceh.
Sejak beberapa hari terakhir, instansi tersebut mengalami kelumpuhan pelayanan disebabkan kekosongan stok kertas HVS.
Video tersebut beredar di media sosial X atau Twitter, di antaranya diunggah oleh akun @sosmedkeras dengan caption “Gak malu tuh” (10/2).
Dalam unggahannya disebutkan, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Subulussalam mengalami kekosongan stok kertas HVS, yang berimbas pada layanan administrasi kependudukan.
’’Menanggapi kondisi ini, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Kota Subulussalam turun tengan dengan mendonasikan kertas HVS. Ketua YARA Kota Subulussalam, Edi Sahputra, mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi tersebut, mengingat kertas HVS adalah kebutuhan utama dalam pencetakan dokumen penting seperti Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran,” tulis unggahan tersebut.
“Hal ini kami menerima informasi yang cukup mengkhawatirkan bahwa disdukcapil kehabisan kertas HVS. Padahal, kertas ini sangat vital untuk mencetak dokumen kependudukan yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Edi.
“Ia juga meminta Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam segera mengatasi masalah ini agar tidak terjadi kembali di masa mendatang,” tulis unggahan tersebut
“Sementara itu, Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, Alponso Sembiring, membenarkan bahwa stok kertas HVS di kantornya memang habis,” tambahnya dalam postingan tersebut.
“Benar, saat ini kami mengalami kekosongan kertas HVS,” katanya.
Sontak postingan tersebut dibanjiri respons dari warganet. Lalu benarkah saat ini stok kertas HVS untuk pembuatan KK dan Akta kelahiran di Disdukcapil Subulussalam kosong?
Stok kertas HVS di Disdukcapil Subulussalam dipastikan aman
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, Ruslan mengonfirmasi bahawa unggahan yang beredar di media sosial merupakan unggahan lama.
Dirinya mengatakan, video tersebut telah lama beredar dan selanjutnya dimuat ulang di media sosial.
Meski demikian, Ruslan membenarkan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya sempat mengalami stok kertas HVS kosong untuk mencetak KK dan Akta kelahiran.
“Enggak, enggak benar. Itu video lama sekitar akhir tahun 2024,” ujarnya.
“Sekitar dua bulan lalu memang sempat mengalami kekosongan kertas HVS, namun tidak lama, setelah itu stok sudah ada kembali,” tambahnya.
Ruslan menjamin bahawa kini stok kertas HVS di Disdukcapil Subulussalam telah tersedia kembali.
“Saat ini stok kertas HVS di Disdukcapil Subulussalam aman. Video yang beredar adalah video lama,” ucapnya. ADINDA
Editor : Imron Arlado