Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sepi Peminat setelah Diboikot Penggemar Drama Korea, Inilah Asal Mula Munculnya Seruan Pemboikotan Fil Film A Business Proposal

Imron Arlado • Senin, 10 Februari 2025 | 02:08 WIB
Sepi Peminat setelah Diboikot Penggemar Drama Korea, Inilah Asal Mula Munculnya Seruan Pemboikotan Fil Film A Business Proposal
Sepi Peminat setelah Diboikot Penggemar Drama Korea, Inilah Asal Mula Munculnya Seruan Pemboikotan Fil Film A Business Proposal

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Industri Perfilman Indonesia sedang dihebohkan oleh  Filem A Business Proposal yang diboikot karena banyaknya kontroversi. Mulai dari kritikan setelah adanya pernyataan aktor utama, Abidzar Al-Ghifari trending dan memicu reaksi negative dari para penggemar drama Korea serta webtoon aslinya.

Penyebab seruan boikot film A Business Proposal ini bermula dari Aibdzar Al-Ghifari yag mengatakan bahwa ia memilih untuk tidak menonton A Business Proposal versi Korea Selatan secara utuh agar memangun karakternya sendiri.

Dirinya megatakan hanya menonton satu episode drama Korea tersebut. Bukan hanya itu, Abidzar juga sempat meyinggung mengenai penggemar fanatik tayangan yang diperani oleh Ahn Hyo-seop serta Se-jeong tersebut.

Permasalahan ini spontan membuat penggemar drama Korea kecewa dan memantik kritik terhadap dirinya. Selain itu juga, seruan boikot untuk film A Business Proposal akhirnya menyebar di beberapa platform media sosial.

 

 

Kemudian selang beberapa waktu, Falcon Pictures selaku Production House yang me-remake film ini mengumumkan surat terbuka mengenai kegaduhan tersebut. Keterangan yang diunggah di Instagram resmi mereka, @falconpictures_, selaku PH menyatakan bahwa persoalan aktor yang tidak menonton serial aslinya, hal ini merupakan pemilihan pendekatan akting.

"...Berita mengenai cast yang tidak menyaksikan serialnya terlebih dahulu, bukan berakar kesombongan, tapi berakar dari pemilihan pendekatan akting. Seniman memiliki banyak cara (dan semua cara, valid) dalam melakukan pendekatan terhadap cerita. Ada yang ingin memiliki referensi, ada yang memilih untuk berpegang pada skrip dan memberikan interpretasi sendiri. Semua cara, sama-sama diawali dengan niat memerikan yang terbaik untuk hasilnya...” ungkap Falcon Picture dalam keteraganya.

Kemudian dalam surat yang sama, Falcon Pictures juga memohon maaf mengenai kontroversi yang terjadi.

"Kami meminta maaf atas perkataan dan perbuatan yang tidak tepat. Kami pastikan tidak pernah ada niat buruk terkandung dalam hati..." jelas Falcon Pictures.

Abidzar selanjutnya menyampaikan permohonan maafnya usai membuat kegaduhan serta menjadi sasaran kritik. Dirinya menguggah permintaan maafnya dalam akun Instagram pribadinya.

"Saya memohon maaf untuk semua yang telah tersakiti atas sikap, perbuatan, dan ucapan saya yang salah," kata Abidzar melalui unggahan Instagram priadinya.

Baca Juga: Film A Business Proposal Sepi Penonton, Berikut Sederet Film Indonesia Hasil Remake Korea yang Sukses

Bukan hanya itu, pemeran titular dalam film A Business Proposal juga megucapkan terima kasih mengenai semua kritikan yang diarahkan pada dirinya dan berterima kasih sebab sudah diberikan pelajaran akibat dari kejadian ini.

"Terima kasih buat kalian semua sudah memberikan saya pelajaran yang sangat berharga. Hal ini menjadi pembelajaran yang besar untuk saya dalam berproses menjadi seseorang yang dewasa dan bijaksana,” ungkap Abidzar.

Tetapi akibat dari kontroversi tersebut berdampak terhadap penayangan film A Business Proposal di bioskop. ADINDA

 

Editor : Imron Arlado
#abidzar #a business proposal #permintaan maaf #falcon pictures #Penggemar drama Korea #drakor #film remake #sepi peminat