Mereka merayakan pergantian malam Tahun Baru Imlek 2576 yang merupakan tahun Ular Kayu dalam penanggalan Cina dengan melaksanakan ibadah sebagai momentum memperbaiki diri.
Ratusan warga melaksanakan sembahyang sejak pukul 11.30 WIB. Ritual dipimpin imam kelenteng yang mengawali ibadah dengan memasang dupa di pintu utama. Setelah itu, pintu Kelenteng ditutup dan persembahyangan dilanjutkan dengan sejumlah penghormatan.
Ibadah diikuti umat dari berbagai lapisan mulai anak-anak hingga orang lanjut usia. Sembahyang berlangsung lancar nan khidmat. Umat melaksanakan peribadatan dengan nyaman sejak awal hingga akhir.
Sejumlah personil kepolisian tampak hadir di lokasi. Mereka mengawal pelaksanaan sembahyang. Selain berjaga di sekitar Kelenteng, mereka juga bersiaga di area dalam.
"Kami yang berhimpun segenap pengurus dan umat dan keluarga besar umat TITD menghaturkan sembah sujud dan puji syukur," ujar Imam Ho Go Fang saat sembahyang.
Pihaknya mengatakan, seluruh umat turut memohon ampunan atas kesalahan baik ucapan maupun tindak tanduk maupun kesilapan. "Bimbinglah kami agar bisa instropeksi diri. Dan, semua yang hadir berjalan di jalan kebenaran, dijauhkan segala cobaan, terhindar marabahaya, dan diberi kecukupan rejeki," benernya.
Pihaknya juga berharap umat diberikan ketenangan dan kedamaian selama setahun kedepan. "Semoga hidup penuh ketenangan kedamaian kebahagiaan jasmani dan rohani. Kami berdoa untuk negara kami, agar maju berkembang, damai, dan tentrem," harapnya. Ibadah malam Imlek dipungkasi dengan saling memberikan salam,"Gong Xi Fa Cai". (rif/fen)
Editor : Fendy Hermansyah