JATIREJO – Sebanyak 13 makam palsu di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, dibongkar warga. Petilasan yang dinilai tidak jelas asal-usulnya ini dibongkar lantaran memicu polemik di tengah masyarakat meski berada di kawasan Situs Kumitir.
Kepala Dusun Bendo, Desa Kumitir, Nirriawang Mahalila menerangkan belasan makam palsu di komplek makam Mbah Sagu tersebut telah dibongkar Senin (13/1) sore.
Pembongkaran dilakukan setelah melalui proses mediasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk tiga pilar desa.
Setelah beberapa waktu lalu muncul polemik di tengah masyarakat terkait pembuktian keaslian makam.
”Makam (palsu) sudah ada sejak lebih dari 7 tahun, dibangun oleh beberapa warga. Kurang tahu pasti waktu itu kok bisa dibangun. Karena kebetulan saya baru menjabat tahun 2021,” urainya, Selasa (14/1).
Kompleks makam Mbah Sagu berada di atas TKD seluas 263 meter persegi. Total terdapat 15 makam sebelum adanya pembongkaran.
Kini menyisakan dua makam, yakni makam Mbah Sagu dan Mbah Budiman yang dinilai sebagai sosok pembabat alas.
”Yang jelas hanya makam Mbah Sagu dan Mbah Budiman saja. Ada sejarahnya. Setelah musyawarah dengan tokoh masyarakat, dua makam ini pembabat alas desa sini,” urainya.
Sementara 13 makam lainnya, cenderung pada petilasan.
Tidak pernah ada pembuktian secara administrasi maupun fisik dengan penggalian kerangka. ”Belum pernah ada pembuktiannya,” sebut Nirriawang.
Pembongkaran makam palsu ini sekaligus untuk mengantisipasi aktivitas keagamaan yang menyimpang.
Berikut memutus adanya pungutan iuran perawatan makam yang tidak jelas asal-usulnya tersebut.
”Juga supaya tidak ada sentimen ataupun polemik lagi di tengah masyarakat,” tukas kasun. (vad)
Editor : Fendy Hermansyah