Hal ini diungkapkan dalam pers rilis yang digelar di Mapolres Mojokerto, Selasa (14/1) pagi. Setelah Tim Jihandak Brimob dan Bidlabfor Polda Jatim melakukan olah TKP lanjutan hingga pukul 03.00.
Satu alat berat dilibatkan untuk membongkar reruntuhan bangunan rumah Aipda Maryudi yang nyaris rata dengan tanah.
Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarmo merinci, barang bukti yang ditemukan berupa lima unit ponsel, selembar STNK, serpihan kertas, 3 selongsong bekas kembang api, 4 kapasitor dalam kondisi rusak.
"Satu mesin cuci rusak berat akibat ledakan. Ditemukan 2 tabung elpiji 3kg di antara reruntuhan rumah sekitar pukul 01.00," ujarnya.
Ditemukan juga, 3 tabung elpiji 3kg di sekitar lokasi diluar runtuhan bangunan rumah Bhabinkamtibmas Dlanggu tersebut.
"Juga ada rangkaian tape pemutar musik. Yang bersangkutan memang biasa mereparasi barang elektronik seperti TV," terang Ihram.
Untuk melacak jejak adanya bahan peledak, kepolisian melakukan swab pada bagian rumah Aipda Maryudi hingga baju kedua korban.
"Pintu kamar rumah Aipda Maryudi kita swab dan hasilnya positif mengandung klorat dan oksidator. Klorat ini isian dari bahan ledak kembang api," papar Kasubid Balmet Labfor Polda Jatim AKBP Agus Santosa, di kesempatan yang sama.
Dijelaskannya, ada tiga kandungan sisa bahan peledak yang ditemukan di lokasi. Yakni, klorat, sulfur dan karbon.
Baca Juga: Sumber Ledakan Diduga Berasal dari Rumah Seorang Anggota Kepolisian Polres Mojokerto
Bahan peledak tersebut terkategori low eksplosive. "Sifatnya sangat rentan terjadap panas, gesekan, benturan atau getaran," sebutnya.
Belum diketahui pasti jumlah bahan ledak di rumah Aipda Maryudi. Pun begitu dengan pemicu ledakan hebat yang menewaskan Luluk Sudarwati, 40, dan anaknya, MAK, 3.
"Untuk pemicu panas (meledak) itu dari apa, masih kita dalami lebih lanjut bersama barang bukti lain di laboratorium forensik," tandas Agus. (vad)
Editor : Fendy Hermansyah