Satu peleton Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob dan Bidlabfor Polda Jatim dikerahkan untuk menyelidiki peristiwa ledakan yang menewaskan dua orang ini.
Personel kepolisian dari Polda Jatim tiba di lokasi sekitar pukul 13.45. Tempat kejadian perkara (TKP) disterilisasi dari aktivitas warga hingga radius sekitar 100 meter.
Berbekal sejumlah alat khusus, satu peleton personel Tim Jihandak melakukan penelusuran di rumah Aipda Muryadi.
Sejumlah personel Brimob bersenjata lengkap berjaga di sekitar lokasi.
Mengantisipasi adanya ledakan susulan dan pihak tidak berkentingan masuk ke area TKP.
Sejalan dengan Tim Jihandak, Tim Bidlabfor Polda Jatim tampak melakukan olah TKP di lokasi.
"Betul, untuk sterilisasi dan olah TKP (lanjutan) kita libatkan Brimob dan Labfor Polda Jatim," ujar Kapolres Mojokerto Ihram Kustarto, saat meninjau lokasi.
Penanganan lanjutan ini dilakukan setelah Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto melakukan olah TKP awal.
Petugas mendapati tabung elpiji 3 kg dan perangkat elektronik milik Aipda Muryadi di lokasi.
"Di dalam ada tabung elpiji 3 kg dan perangkat elektronik. Karena yang bersangkutan memang hobi elektronik," bebernya.
Meski begitu pihaknya belum bisa menyampaikan penyebab ledakan yang menewaskan ibu dan anak tersebut.
"Kami mohon waktu, sementara ini masih belum bisa kita sampaikan," tandas Ihram. (vad)
Editor : Fendy Hermansyah