JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pemerintah Indonesia telah memastikan bahwa seluruh perbankan yang masuk dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) akan menyediakan dana sebesar Rp 300 triliun untuk KUR pada tahun 2025.
KUR ini bertujuan memberikan akses pembiayaan dengan bunga rendah kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi, dan sektor produktif lainnya.
Program ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing UMKM. KUR 2025 juga mencakup pengadaan alsintan dan Rice Milling Unit (RMU) untuk petani.
Baca Juga: Arti Kode di Pengumuman Hasil Seleksi CPNS 2024, seperti P, L1, L2 hingga TMS
Untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2025, berikut adalah dokumen-dokumen yang diperlukan:
Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU).
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) (untuk plafon di atas Rp 50 juta).
Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat izin usaha lain yang setara.
Agunan (untuk plafon di atas Rp 50 juta).
Rekening tabungan aktif dengan aktivitas transaksi usaha selama 6 bulan terakhir.
Bukti usaha aktif, seperti laporan keuangan sederhana atau foto kegiatan usaha.
Berikut adalah tabel pinjaman KUR 2025 dengan berbagai plafon pinjaman dan angsuran per bulan di Bank BRI sebagai contoh:
| Plafon Pinjaman | Tenor 12 Bulan | Tenor 18 Bulan | Tenor 24 Bulan | Tenor 36 Bulan |
| Rp 1.000.000 | Rp 113.253 | Rp 69.000 | Rp 50.680 | Rp 32.000 |
| Rp 5.000.000 | Rp 569.000 | Rp 346.000 | Rp 253.000 | Rp 164.000 |
| Rp 10.000.000 | Rp 1.136.000 | Rp 693.000 | Rp 502.000 | Rp 329.000 |
| Rp 20.000.000 | Rp 1.176.000 | Rp 886.000 | Rp 608.000 | Rp 495.000 |
| Rp 25.000.000 | Rp 1.456.000 | Rp 1.108.000 | Rp 760.000 | Rp 587.000 |
Catatan: Angsuran di atas adalah estimasi berdasarkan bunga 0,5% per bulan. Angka sebenarnya dapat berbeda tergantung kebijakan terbaru dari Bank BRI.
Editor : Imron Arlado