Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Banjir di Kota Mojokerto Meluas, 2.859 Warga Terdampak, di Antaranya Mulai Mengungsi 

Rizal Amrulloh • Selasa, 10 Desember 2024 | 22:37 WIB

TERDAMPAK: Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro saat meninjau permukiman yang terendam banjir di Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Selasa (10/12). 
TERDAMPAK: Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro saat meninjau permukiman yang terendam banjir di Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Selasa (10/12). 
KOTA - Banjir di Kota Mojokerto makin meluas, Selasa (10/12). Sebanyak 2.859 warga terdampak banjir di empat kelurahan di wilayah Kecamatan Prajurit Kulon.

Salah satu yang terparah di Lingkungan Cakarayam Baru, Kelurahan Mentikan. Sejumlah warga mulai mengungsi akibat genangan banjir kian meninggi. "Karena ada beberapa rumah yang sangat terendam air di atas 50 sentimeter dan warga harus dievakuasi," ungkap Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Heryana Dodik Murtono usai meninjau banjir bersama Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro, Selasa (10/12).

Terdapat enam titik tempat evakuasi warga terdampak banjir. Di antaranya disediakan di masjid, gereja, Eusunawa Cinde, balai RW, dan sejumlah fasilitas umum lainnya. Dodik menyebut, titik pengungsian tersebut akan lebih dioptimalkan pada malam hari nanti. "Karena warga tidak bisa menggunakan rumahnya untuk istirahat malam," paparnya.

DIEVAKUASI: Sejumlah warga mengevakuasj lansia sakit yang terjebak banjir di Lingkungan Cakarayam Baru, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Selasa (10/12). 
DIEVAKUASI: Sejumlah warga mengevakuasj lansia sakit yang terjebak banjir di Lingkungan Cakarayam Baru, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Selasa (10/12). 

Selain di Mentikan, banjir juga masih merendam wilayah kelurahan lainnya di Kecamatan Prajurit Kulon. Satkorlak Penanggulangan Bencana Kota Mojokerto mencatat, total warga terdampak mencapai 2.859 warga. Masing-masing sebanyak 900 warga di Kelurahan Mentikan, 709 warga di Kelurahan Pulorejo, 550 waega di Kelurahan Blooto, serta 700 warga di Kelurahan Prajurit Kulon.

Pemkot Mojokerto mulai hari ini fokus untuk Posko Penanggulangan Bencana yang dipusatkan di gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya, Kelurahan Blooto. Di lokasi tersebut, juga didirikan dapur umum terpusat. Suplai makanan juga di empat titik DU mandiri yang sebelumnya telah didirikan di empat titik wilayah terdampak banjir.

Hingga siang tadi, tim satkorlak dan relawan juga masih bersiaga jika sewaktu- untuk warga membutuhkan evakuasi. Terutama bagi lansia, orang sakit, ibu hamil (bumil), serta balita.

DIEVAKUASI: Sejumlah warga terdampak banjir mengungsi di masjid di Lingkungan Cakarayam Baru, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Selasa (10/12). 
DIEVAKUASI: Sejumlah warga terdampak banjir mengungsi di masjid di Lingkungan Cakarayam Baru, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Selasa (10/12). 

Mengingat, kata Dodik, masih banyak warga yang memilih untuk tetap bertahan meski rumahnya tergenang. "Karena juga ada lansia yang tidak berkenan untuk dievakuasi, sehingga kami terus lakukan pemantauan," paparnya.

Posko kesehatan juga dibuka di masing-masing lokasi terdampak. Selain membuka layanan kesehatan, paramedis juga menyediakan paket obat-obatan maupun vitamin. "Sementara warga yang membutuhkan pertolongan medis akan kami bawa ke puskesmas atau rumah sakit. Tapi juga ada posko-posko kesehatan di lokasi-lokasi terdampak banjir," tuturnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro memaparkan, penanganan banjir masih terus dilakukan dengan mengoperasionalkan mesin pompa penyedot air. Antara lain disebar di 7 titik dan di Taman Bahari Mojopahit (TBM). "Kami akan terus bekerja keras mengupayakan agar genangan ini segera surut dengan memaksimalkan pompa air dan sistem drainase,” tuturnya saat meninjau DU terpusat di gedung PLUT.

Ali Kuncoro menambahkan, curah hujan tinggo diprediksi masih akan turun hingga beberapa hari ke depan. Sehingga, upaya mitigasi juga terus dilakukan untuk meminimalisir dampak. "Kami akan terus bersiaga, tidak hanya untuk penanganan darurat tetapi juga pencegahan banjir susulan," imbuhnya. (ram/fen) 

Editor : Fendy Hermansyah
#sakit #kota #banjir #mas pj #mengungsi #warga #wali kota #mojokerto #prajurit kulon #lansia