JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pengajian Gus Miftah yang mengolok-olok penjual es teh, Sunhaji saat pengajian Magelang Bersholawat, mendapatkan berbagai kecaman.
Namun, sejumlah orang yang ikut menertawakan di panggung pun, tak luput dari gunjingan para netizen.
Pria itu berada tepat di samping kanan Gus Miftah. Saat itu, ia tertawa paling keras.
Buat bapak sebelah kiri, apa yang lo tertawakan Pak? Lo ketawakan bapak-bapak yang sedang mencari nafkah buat keluarganya, lucu buat lo ya?," cuit akun X @cingreborn.
Selain itu, akun @budiu** juga mengungkap kekesalannya. "Yang sebelahnya sampai terpingkal-pingkal, plus semua yang dibelakangnya pada ketawa. Emg ada yang salah sama empati gus-gusan ini," katanya.
Lalu, siapa sosok yang duduk di samping Gus Miftah ini?
Dari hasil penelusuran warganet, pria itu adalah KH Usman Ali Salman. Ia pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) API Al-Huda Nepak, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Sosok Usman Ali Salman menjadi pembicaraan hangat, terutama karena ekspresi terpingkal-pingkal yang dianggap tidak pantas dalam konteks tersebut.
KH Usman Ali Salman lahir pada 5 Juli 1975 di Dusun Gedongan, Desa Gondosari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.
Sementara itu, usai video itu viral, Miftah pun meminta maaf kepada penjual es teh bernama Sunhaji tersebut secara langsung.
Miftah datang ke rumah Sunhaji, Dusun Gesari, Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, pada Rabu pagi (4/12/2024).
Di sana, tampak Miftah mengenakan kaus putih dengan jaket hitam dan menggunakan peci hitam.
Miftah duduk bersebelahan dengan Sunhaji, yang mengenakan kaos hitam.
Ia tampak akrab bercengkrama dengan Sunhaji. Mereka terlihat berangkulan dan beberapa kali tertawa bersama.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan permintaan maaf dan memberikan uang sebagai kompensasi.
Miftah juga berjanji akan segera menggelar pengajian di rumah Sunhaji. Ia pun meminta pedagang es teh itu untuk segera menentukan tanggal acara.
“saya bakal main ke rumah kamu, nanti kita bias pengajian. Dadi (jadi) tuan rumahnya penjual es teh Sunhaji,” kata Miftah.
“Makane lek golek tanggal ben lek iso ngaji (Makanya buruan cari tanggar biar bisa segera menggelar pengajian.” Lanjutnya.
Miftah juga mengatakan bahwa Sunhaji sering berjualan es teh di lokasi tempat dirinya mengadakan pengajian akbar.
“Jadi memang beliau ini kerap melu (ikut) berdagang kalau pengajian. Di Purworejo juga,” kata miftah. Ara
Editor : Imron Arlado