JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Aipda RZ secara brutal menembak Gamma, pelajar jurusan Teknik Mesin SMK Negeri 4 Semarang, bukan untuk membubarkan tawuran.
Hal itu ditegaskan Kabid Propam Polda Jateng Kombes Aris Supriyono. Ia mengatakan, motif Ajun Inspektur Polisi Dua itu meletuskan tembakan karena kesal merasa kendaraannya diserempet.
Saat itu, RZ sepulang dari berdinas berpapasan dengan anak remaja yang tengah melakukan kejar-kejaran. Salah satu motor pelajar menyerempet kendaraan RZ.
"Terduga lalu menunggu mereka putar balik kemudian terjadi penembakan," ujarnya dalam rapat bersama Komisi III DPR yang juga dihadiri oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar pada Selasa (3/12).
Karena penembakan itu, RZ terbukti melanggar Perkap No 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Senjata Api dan Pasal 13 PP No 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan telah terjadi tindakan yang tidak profesional yang dilakukan anggotanya.
Aipda RZ menembak empat kali yang mengakibatkan satu remaja meninggal dunia dan dua remaja lainnya terluka.
’’Atas tindakan yang dilakukan anggota saya yang telah mengabaikan prinsip-prinsip penggunaan kekuatan, abai dalam menilai situasi dan teledor dalam menggunakan senjata api dan telah melakukan tindakan yang tidak perlu, saya siap untuk dievaluasi," imbuh Irwan.
Irwan merinci, tembakan pertama yang dilayangkan RZ sebagai tembakan peringatan dengan mengatakan polisi.
Sedangkan, tembakan kedua melesat ke Gamma yang berada di posisi tengah. Tembakan ketiga tidak menyasar objek apa pun.
Sementara, tembakan keempat mengenai kendaraan terakhir dan mengenai dua orang yakni menyasar dada yang membonceng dan tangan kiri yang dibonceng.
Setelah penembakan itu, Aipda RZ masih melakukan pengejaran kepada tiga kendaraan kemudian di titik tertentu barulah diketahui ternyata korban terkena tembakannya.
Aipda RZ lalu membawa korban ke RSUP dr Kariadi Semarang. Sayangnya Gamma meninggal dengan peluru yang bersarang di ususnya. Penembakan RZ sebelumnya terekam oleh CCTV Alfamart yang diperoleh polisi.
Irwan menjelaskan rencana tawuran oleh sejumlah anak tersebut memang ada. Hal itu diketahui setelah memeriksa sejumlah saksi dan video-video yang didapat dari gawai para remaja tersebut. Video yang menunjukkan ada kejar-kejaran antar-kelompok dengan membawa senjata itu ditampikannya di forum rapat bersama Komisi III.
Dari pendalaman yang dilakukan, diketahui bahwa remaja itu sebelumnya hendak melakukan tawuran antara tim Seroja dan tim Tanggul atau German di perumahan Paramount Village, Semarang. Gamma bagian dari tim German.
Editor : Imron Arlado