Ridwan, Kepala Desa Kedunggempol, mengatakan, putusnya jembatan penghubung desa tersebut disebabkan debit sungai sadar naik setelah hujan lebat Senin (2/12) sore.
Selain itu, lanjut dia, arus juga tinggi, di bawah jembatan juga dipenuhi oleh sampah dan tanaman liar.
Kondisi itu menyebabkan arus air menggerus kekuatan jembatan di sisi utara.
Putusnya jembatan penghubung desa tersebut terjadi pada Selasa (3/12) sekitar pukul 03.00.
Kejadian itu berdampak pada aktivitas dan sektor ekonomi masyarakat.
Kata Ridwan, anak-anak sekolah dan pekerja harus memutar kurang lebih empat kilometer akibat jembatan putus.
"Langkah terdekat kita segera berkoordinasi dengan bupati, BPBD baik kabupaten maupun Provinsi serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengatasi bencana alam tersebut," tambah Ridwan. (fan/fen)
Editor : Fendy Hermansyah